Technologue.id, Jakarta – Setelah beroperasi hampir delapan tahun, Xiaomi akhirnya memutuskan untuk IPO. Salah satu brand smartphone ternama di China dan beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, itu menargetkan valuasi 100 miliar USD (sekitar Rp1.250 triliun).

Menukil Bloomberg.com (15/01/2018), Xiaomi memilih Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group di antara bank internasional lainnya untuk melancarkan IPO-nya. Selain dua nama itu, Credit Suisse Group AG dan Deutsche Bank AG juga telah didapuk, di samping mempertimbangkan penanggung dari Tiongkok pula.

Baca juga:

Yi Horizon VR180, Kamera VR Buatan Xiaomi

- Advertisement -

IPO ini diperkirakan terlaksana pada semester kedua 2018. Sayang, sejauh ini baik perwakilan Xiaomi dan sejumlah bank yang disebut bakal mereka gandeng menolak untuk berkomentar.

Baca juga:

Xiaomi Bikin Kloningan Speaker Pintar Amazon, Selisih Berapa Harganya?

Saat ini, Xiaomi tercatat sebagai produsen smartphone nomor empat di China, di belakang Huawei, Oppo, dan Vivo. Vendor yang dipimpin oleh Lei Jun ini sempat mendapat julukan “Apple-nya China” karena membuat device Android yang desainnya mirip dengan iPhone.

Baca juga:

Bawa Pulang Xiaomi Redmi 5A Cuma Rp139 Ribu!

Di samping ponsel, Xiaomi juga turut memproduksi perangkat lainnya, sedari laptop, rice cooker, power bank, sampai wearable yang baru mereka pamerkan di ajang CES 2018 lalu. Hal ini memungkinkan karena mereka turut membawahi sejumlah startup untuk memperluas ekosistem produknya. Total penjualan dari ekosistem produknya di tahun 2017 mereka klaim mencapai Rp38 triliun lebih, naik dua kali lipat dariapda setahun sebelumnya.