YouTube, Facebook, dan Instagram Larang Peredaran Video “Kekanakan” Ini

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Media sosial sudah akrab dengan yang namanya challenge, dari Ice Bucket Challenge, Samyang Challenge, hingga yang terbaru di awal 2018 ini: Tide Pod Challenge. Sayangnya, Tide Pod Challenge ini justru mengajarkan hal yang kurang baik.

Ya, buat Anda yang belum tahu, Tide Pod Challenge adalah tantangan di mana para pesertanya menelan bubuk deterjen merek Tide. Pelaku challenge ini bakal merekam aksi nekatnya lalu mengunggahnya di platform video-sharing seperti YouTube, Facebook, dan Instagram dengan hashtag #TidePodChallenge.

Baca juga:

WhatsApp Mau Hadirkan Fitur Pembayaran Online?

Namun karena bukan makanan, aktivitas ini berdampak buruk. Melansir HuffingtonPost.com (17/01/2018), dalam 15 hari pertama di tahun 2018 saja, sudah ada laporan 39 remaja keracunan yang diterima American Association of Poison Control Centers yang hampir 100 persennya karena menelan zat kimia yang seharusnya dipakai untuk mencuci pakaian tersebut.

Anehnya, keracunan yang dialami remaja di rentang 13 sampai 19 tahun yang meningkat ini justru berbanding terbalik dengan kasus keracunan yang dialami balita. Tak ayal, pelaku Tide Pod Challenge tak hanya dikritik atau kerap dijuluki konyol, tetapi juga kekanak-kanakan.

Baca juga:

Skype Mau Terapkan Enkripsi End-to-End

Untuk menekan dampak yang lebih buruk, Facebook (beserta anak perusahaan mereka, Instagram) dan YouTube telah menghapus konten #TidePodChallenge di platformnya. Sementara Tide juga sudah berkampanye agar netizen berhenti membuat kekonyolan dengan tidakmemakan produknya.

“Community Guidelines YouTube melarang konten yang dimaksudkan untuk mendorong aktivitas berbahaya untuk fisik. Kami berupaya menghapus video yang ditandai dengan cepat yang melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara YouTube kepada Engadget.com (18/01/2018).

Baca juga:

Messenger Kids, Aplikasi Chatting Khusus Anak yang Bisa Dikontrol Ortu

Semoga Anda tak terinspirasi untuk melakukan video serupa, ya. Kalau bisa “hits” dengan cara yang lebih elegan, mengapa tidak?

 

- Advertisement -

Latest News

Related Stories