Technologue.id, Jakarta – Perusahaan teknologi ternama telah mengambil langkah legal untuk menantang aturan baru yang ditetapkan Donald Trump soal keimigrasian. Apple, Google, Microsoft, Intel, Facebook, Snapchat, dan Twitter hanya segelintir dari total 93 perusahaan yang secara resmi meneriakkan bahwa larangan imigran dari tujuh negara memasuki Amerika Serikat tidak adil.

Mengutip Engadget (06/02/17), alasan yang dikemukakan oleh perusahaan teknologi global itu adalah presiden Trump tak mengindahkan toleransi, kesetaraan, dan keterbukaan terhadap sesama. Bahkan diramalkan, ketetapan ini bisa berdampak buruk bagi bisnis, inovasi, dan pertumbuhan AS sendiri.

Larangan imigran memasuki AS ini secara khusus dimaknai merugikan oleh sejumlah perusahaan penuntut yang juga tercatat sebagai penghuni Silicon Valley. Dengan adanya aturan ini, mereka jadi tidak bisa menjaring talenta-talenta terbaik dari pelbagai penjuru dunia. Pegawai terbaik mereka yang ada sekarang pun juga berpeluang untuk hengkang.

Menariknya dari daftar 93 perusahaan itu, tak dijumpai nama besar lain seperti Amazon dan Tesla. Pasalnya, bos masing-masing perusahaan itu saat ini juga menduduki kursi dewan penasehat bisnis Trump. Kendati begitu, Elon Musk, CEO Tesla, menyatakan akan membantu memperjuangkan isu keimigrasian ini ‘dari dalam’.

Di sisi lain, pemegang tongkat estafet pemerintahan dari Barrack Obama itu optimistis pihaknya bisa menang di pengadilan. Sebab, konglomerat itu merasa keputusannya itu bertujuan untuk keamanan negara dan warga Negeri Paman Sam sendiri.

 

Baca juga:

Elon Musk Tolak Mundur Dari Dewan Penasehat Ekonomi Donald Trump

CEO Uber Stop Dukung Donald Trump dari Belakang, Ini Alasannya

Jadi Presiden AS, Donald Trump ‘Buang’ Ponsel Android-nya