Technologue.id, Jakarta – Pokémon Go dengan sangat tiba-tiba menjadi game mobile paling viral sejagat. Padahal faktanya, game berbasis augmented reality (AR) ini baru tersedia mulai awal Juli 2016 dan masih terbatas di lima negara saja, yakni Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, lalu disusul dengan Inggris dan Jerman.

Kendati belum tersedia di Play Store maupun App Store resmi di negara selain yang disebut di atas, pengguna smartphone ternyata tetap bisa mendapatkan game yang dikembangkan oleh Niantic ini. Walau harus mengunduh installer Pokémon Go dari situs pihak ketiga yang berisiko mengandung malware, misalnya, risiko ini tetap diterjang banyak orang.

Pun dengan di Indonesia, demam Pokémon Go begitu tersebar luas. Jika Anda kini lebih sering melihat anak muda menangkap Pokémon liar di sekeliling Anda, jangan heran. Sebab, Pokémon trainer yang juga pengguna Android di Tanah Air kini populasinya mencapai 2 persen dari total pengguna Pokémon Go global. Setengah dari mereka bahkan membuka Pokémon Go setiap harinya.

data pemain Pokemon Go di berbagai belahan dunia

- Advertisement -

Dari data yang dihimpun oleh SimilarWeb ini, bukan tidak mungkin wabah Pokémon Go bakal terus meluas di Indonesia. Saat Pokémon Go belum resmi saja pemainnya sudah sebanyak ini, apalagi kalau sudah tersedia di toko aplikasi Google dan Apple? Rumornya, Pokémon Go akan segera merambah Asia, termasuk Indonesia, lho. Siap-siap saja!

 

Baca juga :

TRIK MAIN POKÉMON GO TANPA BOROS BATERAI

NETIZEN LEBIH PILIH POKÉMON GO DARIPADA CARI PACAR

AWAS, POKÉMON GO MENGANDUNG MALWARE!