2018, Chipset Samsung Bakal Lebih Efisien dan Bertenaga

Samsung Galaxy Note8 Dipatok dengan Harga Mulai dari Rp 13 Jutaan (source: Tech Crunch)

Technologue.id, Jakarta – Setelah berhasil mengembangkan chipset dengan proses produksi 10 nm pada Exynos 8895 Octa yang digunakan di Galaxy S8 dan Note 8, tahun depan Samsung bakal mencoba menggebrak industri chipset mobile dengan teknologi yang lebih canggih lagi.

GSMArena (11/09/17) mengabarkan kalau Samsung baru saja mengumumkan bahwa pihaknya akan segera memproduksi chipset mobile berjenis Low Power Plus (LPP) dengan proses produksi 7 nm dengan teknologi Extreme Ultra Violet (EUV).

Baca juga:

Ini Trik LG Supaya V30 Tak Kalah dengan Samsung Galaxy Note 8

Chipset 7 nm tersebut pun nantinya akan disematkan pada jajaran smartphone premium keluaran Samsung pada tahun 2018 mendatang, bersamaan dengan sejumlah chipset baru lainnya.

“Samsung akan melengkapi seluruh jajaran chipset kami secara komprehensif sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan, mulai dari 14 nm ke 11 nm, 10 nm, 8 nm, dan 7 nm pada tiga tahun mendatang,” kata Ryan Lee, Vice President and Head of Foundry Marketing, Samsung Electronics.

Baca juga:

Begini Spesifikasi Resmi Xiaomi Mi Note 3, Mantap Tidak?

Untuk jajaran smartphone kelas menengah ke atas, tahun depan Samsung akan menggunakan chipset LPP dengan fabrikasi 11 nm layaknya Snapdragon 660 dan 630.

Baca juga:

Baru Lahir, Samsung Galaxy Note 8 Langsung Pecahkan Rekor! Apa Itu?

Dengan semakin kecilnya proses produksi yang digunakan, efisiensi dan performa dari chipset tersebut pun akan semakin baik. Oleh karenanya, Samsung berani menjanjikan kalau seluruh chipset barunya itu bakal bisa mendongkrak performa lebih cepat 15 persen namun dengan konsumsi daya yang sama.