Baca juga:
Kaspersky: Waspada, Cloud Tidak 100% Aman!
[caption id="attachment_30057" align="alignnone" width="706"]
Tim Alibaba cloud (Donnie Pratama Putra/Technologue.id)[/caption]
Selain itu, layanan big data MaxCompute memungkinkan pengguna menyimpan dan mengolah data struktural dalam jumlah besar hingga terabyte dan petabyte. MaxCompute secara khusus menyediakan layanan data intelligence yang canggih seperti mengolah data, menganalisis dan machine learning guna memberdayakan inovasi serta transformasi bisnis yang didorong oleh data.
Baca juga:
Alibaba.com Tambah Kategori Baru di CES 2018
“Sebagai salah satu penyedia layanan cloud global yang berasal dari Asia, Alibaba Cloud memiliki posisi yang unik dalam hal pemahaman budaya dan konteks di Indonesia. Dengan begitu, kami dapat menyediakan solusi data intelligence dan kemampuan komputerisasi yang inovatif bagi semua pelanggan korporasi di Indonesia,” tutur Alex Li, General Manager of Asia Pacific, Alibaba Cloud saat ditemui Technologue.id pada acara peresmian data center cloud Alibaba di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/03/2018).Baca juga:
Siapa Ma Huateng, Orang yang Kekayaannya Sudah Lebihi CEO Alibaba?
Alibaba Cloud sudah membantu beberapa perusahaan internet di Indonesia untuk berinovasi dengan cloud, di antaranya Tokopedia, GTech Digital Asia, Dwidaya Tour, dan Yogrt. Tokopedia menggunakan solusi AI Alibaba Cloud untuk mengolah data mereka agar pelanggan mendapatkan pengalaman bertransaksi yang lebih baik. Dibukanya data center di Indonesia ini menambah jumlah total Alibaba datacenter cloud yang tersebar di 17 wilayah di seluruh penjuru dunia. Alibaba Cloud memiliki tim khusus untuk solusi arsitektur cloud dan konsultan profesional untuk konsultasi hingga layanan purna jual di Indonesia. “Kami juga berdedikasi untuk mewujudkan teknologi yang inklusif di mana saja kami beroperasi, termasuk di Indonesia,” tutup Raymond Ma, Head of Alibaba Cloud ASEAN & NZ.