Technologue.id, Jakarta – Usai gagal membujuk sekutu Eropanya, Pemerintah Amerika Serikat mulai menghasut pemerintah Korea Selatan untuk ikut melepas penggunaan produk-produk dari Huawei Technologies Inc.

Media lokal Chosun Ilbo mengabarkan bahwa beberapa pertemuan antara pemerintah Amerika Serikat dan Korea Selatan terkait masalah Huawei tak terjadi cuma sekali. Beberapa pertemuan baik formal maupun non formal digelar keduanya.

Baca Juga:
Dapat Keringanan, Huawei Masih Diizinkan Sediakan Update Software

“Amerika Serikat telah menekankan pentingnya keamanan peralatan teknologi 5G, dan kami juga menyadari posisi mereka,” Kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataan resminya kepada Reuters, Kamis (23/5).

Salah satu produsen manufaktur alat telekomunikasi di Korea yaitu LG Uplus yang mengandalkan suku cadang dari Huawei bahkan diminta Kantor Resmi Amerika Serikat untuk menghentikan pasokan dari Huawei.

“Kami belum menerima pernyataan atau permintaan dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, maupun dari Amerika Serikat terkait penggunaan komponen-komponen Huawei,” tulis LG Uplus dalam pernyataannya.

Baca Juga:
Di Tiongkok, Huawei Dapat Dukungan dari Pengguna Setianya

Amerika berupaya memperingatkan sekutunya itu agar mengabaikan peralatan produksi Huawei. Alasannya Amerika Serikat curiga, produk-produk Huawei jadi sumber untuk melakukan spionase, dan berpotensi menjadi dasar untuk melakukan serangan siber. Meskipun Huawei secara resmi telah membantah hal ini.

Korea Selatan mungkin menjadi salah satu sekutu Amerika Serikat, namun posisi Negeri Ginseng itu untuk menolak produk Huawei sejatinya sulit. Pasalnya China masih menjadi pasar ekspor terbesar bagi negara Asia. Reuters mengutip data dari pemerintah Seoul, bahwa hampir 25 persen ekspor Korea Selatan pada empat bulan awal 2019 mengalir ke China.