Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Aneh, Pengguna Gmail Kena Spam dari Dirinya Sendiri
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Ada yang aneh di inbox sejumlah pengguna Gmail, Minggu (22/04/2018). Mengutip Mashable.com (22/04/2018), para user tersebut melaporkan ke Gmail Help Forum kalau surel mereka mendapatkan bombardir spam dari alamat email mereka sendiri. Email itu berisi iklan dari perusahaan telekomunikasi asal Kanada, Telus. Terdapat banner logo Telus di dalamnya, yang mungkin sudah Anda tebak, hanyalah tipuan dari pihak tak bertanggung jawab agar surel tersebut tampak kredibel.

Baca juga:

Google Siapkan Aplikasi SMS Canggih, Begini Nasib Aplikasi Allo

Karena mencatut nama Telus dan (seakan-akan) dikirimkan oleh user itu sendiri, Gmail pun tak memasukkan surel menjebak ini ke folder spam. Praktis, pengguna yang terdampak praktik ini pun merasa was-was. Terlebih, mereka telah mengamankan akun mereka menggunakan two-factor authentication sekaligus sudah mengganti password Gmail-nya.

Baca juga:

Google Segera Terapkan Desain Baru untuk Gmail

Google mengklaim bahwa spamming aneh ini hanya menjangkiti segelintir penggunanya, meski belum tahu apa atau siapa yang menyebabkannya. Mereka pun mengaku telah mengambil langkah antisipatif untuk melindungi user terdampak. Sedangkan Telus menyatakan kalau email tersebut tak berasal dari servernya dan sedang berupaya menyelesaikan problem ini.

Baca juga:

Luncurkan Chat, Google Rombak SMS Android

Gmail dikenal sebagai provider email yang punya kemampuan filtering yang cukup baik. Gmail telah memakai transport layer security (TLS) untuk secara otomatis mengenkripsi email yang masuk dan diterima. Layanan email yang dipakai lebih dari 1 miliar sedunia itu juga mampu melakukan scanning virus dalam attachment pada email masuk dan keluar. Ada juga terbaru Gmail yang diumumkan Mei 2017 lalu, yakni teknologi machine learning yang bisa mengidentifikasi emails phishing dan spam dengan akurasi mencapai 99,9 persen.

SHARE:

Blibli Bikin Situs E-commerce Rekayasa Demi Edukasi Belanja Online

Google Bakal "Perangi" Pemblokir Iklan di Chrome