Technologue.id, Jakarta – Awal November ini, Apple mengumumkan laporan finansialnya untuk Juli-September 2018. Perusahaan asal Cupertino itu mencatatkan adanya revenue sebesar US$62,9 miliar (sekitar Rp942 triliun). Jumlah itu naik 20 persen dari kuartal yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, ada satu hal yang sedikit berbeda dari laporan kuartal-kuartal sebelumnya. Luca Maestri, CFO Apple, menyatakan bahwa pihaknya tak akan lagi menyediakan laporan penjualan divisi hardware-nya, meliputi iPhone, iPad, dan Mac.

Baca juga:

iPad Pro 2018 Hadir dengan Bezel Tipis dan Memori 1TB, Harga?

Maestri beralasan, volume penjualan itu tidak merepresentasikan kekuatan yang mendasari bisnis Apple. “(Menyajikan) unit penjualan Apple kurang relevan hari ini dibandingkan Apple di masa lalu,” katanya.

- Advertisement -

Namun, melansir TheVerge.com (01/11/2018), pengumuman ini memang keluar setelah persentase penjualan iPhone tidak berubah dalam setahun terakhir. Mengutip laporan pengkapalan smartphone global pada Q3 2018 yang dirilis oleh Counterpoint Research, misalnya, shipment Apple tercatat 46,9 juta unit. Sedikit menurun dari Q3 2017 dengan 46,7 juta.

Baca juga:

Mac Mini, PC Kecil Buatan Apple dengan Prosesor 6-Core

Alhasil, year-on-year growth perusahaan yang identik dengan Steve Jobs itu hanya 0 persen. Apple kalah dibandingkan vendor-vendor China macam Huawei dan Xiaomi yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 33 persen dan 25 persen.

Baca juga:

iPhone Baru Tak Lagi Menggairahkan

Memang benar bahwasannya penjualan unit tidak secara akurat merepresentasikan performa bisnis Apple. Akan tetapi, jumlah itu acap dijadikan patokan oleh analis untuk mengkalkulasi rerata harga produk yang terjual.