Technologue.id, Jakarta – Belakangan, pemberitaan media kerap dihiasi beragam ancaman cyber, dari malware WannaCry sampai penipuan di e-commerce. Belum lama ini, salah satu modus operandi pihak tak bertanggung jawab berhasil terungkap.

Mengutip rilis pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), telah ditemukan sebuah teknik baru untuk mendekripsi data di segala perangkat yang terhubung ke internet. Ancaman ini disebut dengan KRACKs dan menyasar segala gadget yang mendukung konektivitas Wi-Fi.

Baca juga:

Waspada Hoax, Registrasi Kartu SIM Tidak Perlu Nama Ibu Kandung!

Dari penjelasan Kemkominfo (21/10/17), saat suatu perangkat terhubung ke internet melalui Wi-Fi, terjadi sebuah proses pada sistem untuk memastikan kebenaran kata sandi yang di-input. Proses ini turut mengaktifkan koneksi terenkripsi antar router dan perangkat.

Nah, si KRACKs (Key Reinstallation Attacks) ini ngerinya mampu mendekripsi data yang dikirim dari router ke perangkat yang sedang digunakan dan sebaliknya. Teknik ini diketahui tidak hanya memungkinkan dekripsi data pada router dan perangkat. Apabila konfigurasi router kurang kuat, KRACKs juga memungkinkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membaca data pada alat penyimpanan (storage) yang tersambung ke router.

Baca juga:

Apa Kabar Target Kemkominfo Hubungkan Seluruh Ibukota Kabupaten dengan Internet?

Bentuk antisipasi KRACKs untuk saat ini sedang disiapkan para vendor perangkat. Namun sambil menunggu dan berjaga-jaga sendiri, berikut tindakan preventif yang bisa Anda tempuh:

1. Memperbaharui patch keamanan pada gawai dan komputer sesegera mungkin apabila sudah ada, versi sistem operasi, dan antivirus yang Anda gunakan.

2. Memastikan gawai yang terhubung ke internet menggunakan mode enkripsi seperti SSL/TLS, kalau perlu sekalian gunakan aplikasi end-to-end encryption.

Baca juga:

Yuk Verifikasi Nomor Ponsel dengan Data Pribadi Anda, Begini Caranya!

3. Untuk sementara waktu, jangan gunakan WiFi, terutama yang tersedia di ruang publik. Utamakan akses internet melalui jaringan kabel atau data seluler.

4. Apabila terpaksa berinternet dengan koneksi WiFi, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang memungkinkan terjadinya pertukaran data sensitif, seperti pengiriman data rahasia, pengiriman uang, pembayaran dengan kartu kredit dan lain sebagainya.