Bangkit Lagi, Zyrex Optimis Bersaing di Ranah Notebook Tanah Air

Technologue.id, Jakarta – Beberapa tahun lalu, industri laptop terbilang lesu. Kini pasar notebook kembali bangkit, terutama di Indonesia. Pasar laptop global mengalami penurunan drastis. Di Indonesia sendiri pasar notebook tidak menurun, bahkan naik sekitar 10%. Inilah yang mendorong para vendor lokal maupun global menghadirkan produk laptop anyar mereka ke Indonesia.

Sejumlah vendor lokal seperti Axioo, Xenom, Advan, Zyrex dan lainnya turut meramaikan pasar laptop di Tanah Air. Ini juga yang dilakukan Zyrex untuk kembali hadir di pasar notebook. Zyrex sendiri merupakan produsen komputer lokal asal Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1996. Industri laptop yang lemah tersebut membuat Zyrex vakum selama kurang lebih 6 tahun.

Baca juga:

Gandeng JD.ID, Zyrex Hadirkan Notebook Zyrex SKY 232 Xtreme

“Sekitar 6 tahun lalu, persaingan notebook di Indonesia kami rasa tidak sehat hanya harga saja. Para produsen laptop hanya bersaing dari harga saja. Inilah yang membuat kami vakum di kala itu. Hanya di lini notebook saja kami vakum, di PC kami masih eksis hingga sekarang,” Timothy Siddik, Founder Zyrex saat ditemui Technologue.id di bilangan Kuningan, Jakarta.

Kini Zyrex kembali bangkit dengan meluncurkan notebook terbarunya yakni Zyrex SKY 232 Xtreme. Zyrex bekerjasama dengan JD.ID untuk penjualan notebook Zyrex SKY 232 Xtreme.

Baca juga:

Cantiknya Laptop Huawei MateBook X Pro dengan Bezel Super Tipis

“Selama vakum, kami memikirkan strategi jitu untuk kembali bersaing di ranah laptop. Layanan service center Zyrex yang selama ini kami hadirkan menjadi nilai plus bagi masyarakat Indonesia. Ini yang kembali kami hadirkan di laptop terbaru kami dengan jangkauan service center lebih luas di seluruh wilayah Indonesia.”

“Dengan harga terjangkau, kami memikirkan apa saja yang dihadirkan Zyrex dalam SKY 232 Xtreme dari segi fitur dan spesifikasi. Jadi manfaatnya yang kami jual, bukan harganya. Semoga Zyrex SKY 232 Xtreme mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia,” tandas Timothy.

Baca juga:

Intel Ingin Buat Laptop dengan Konektivitas 5G

Beragam segmen notebook, mulai dari gaming, bisnis hingga harian turut diproduksi sejumlah produsen notebook global bahkan lokal. Beberapa waktu lalu, vendor lokal Xenom merilis notebook gaming. Ketika ditanya Technologue.id, Timothy mengatakan untuk saat ini Zyrex tidak akan merambah notebook gaming.

Zyrex menyasar segmen consumer dan enterprise. Tak hanya notebook, Zyrex juga menghadirkan PC, tablet dan smartphone.

“Di tahun 2017 lalu, kami telah merilis smartphone ZA989. Namun, kami tidak menjual di Jakarta melainkan di kota-kota lain. Kita juga menjual smartphone di online shop. Responnya cukup baik. Kami juga akan fokus merambah industri smartphone di tahun ini dengan menjual di Jakarta. Kedepannya, kami akan merilis smartphone dengan fitur yang berbeda dengan ponsel yang beredar di pasaran saat ini. Di bulan maret ini akan segera kami luncurkan smartphone terbaru,” ucap Timothy.

Recent Articles

Shadow of Naught, Game Naratif Petualangan yang Rilis untuk Android di Early Access

Technologue.id, Jakarta - Shadow of Naught adalah game petualangan penuh gaya buatan PlayPlayFun dan FredBear Games. Game ini sekarang dirilis global untuk...

Ini Daftar Smartphone Xiaomi, Redmi, Poco, dan Black Shark yang Kebagian Android 11

Technologue.id, Jakarta - Tahun 2020 ini, sejumlah produsen smartphone sudah mulai mengembangkan Android 11 untuk lini produknya. Tak terkecuali Xiaomi. Bahkan, mereka...

Lakukan Pelecehan Seksual, Turah Parthayana Trending di Twitter

Technoloue.id, Jakarta - YouTuber kondang Turah Parthayana menjadi sorotan di media sosial Twitter. Bahkan, namanya menggema di puncak trending topik pada Kamis...

Viral Dugaan Kasus Pelecehan oleh YouTuber Turah Parthayana

Technologue.id, Jakarta - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan YouTuber Turah Parthayana viral di media sosial Twitte, Kamis (6/8/2020). Kasus ini mengemuka...

September 2020, Google Play Music Berhenti Beroperasi

Technologue.id, Jakarta - Banyaknya layanan milik Google membuatnya harus terus mengevaluasi apakah ada yang bentrok antar satu layanan dengan yang lainnya, ataupun...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here