Belum Sebulan, Media Sosial Bikinan Donald Trump Ditutup

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Hari-hari blogging mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi berakhir. Pada hari Rabu (2/6/2021), CNBC melaporkan bahwa media sosial berupa blog bikinan Trump telah ditutup kurang dari sebulan setelah diluncurkan.

Blog bernama “From the Desk of Donald J. Trump” diluncurkan 4 Mei sebagai platform pesan pengganti untuk mantan presiden Trump setelah akun miliknya diblokir oleh Facebook dan Twitter awal tahun ini.

Baca Juga:
Ini Media Sosial Garapan Donald Trump

Namun tidak bertahan lama, blog tersebut telah sepenuhnya dihapus dari situs web Trump. Jason Miller, ajudan senior Trump, mengkonfirmasi kepada CNBC bahwa situs itu “tidak akan kembali.” Posting blog lama sekarang diarsipkan sebagai siaran pers di bagian situs yang terpisah.

Ketika blog diluncurkan bulan lalu, Miller men-tweet bahwa “situs web adalah sumber yang bagus untuk menemukan pernyataan terbaru Trump, tetapi itu bukan “platform media sosial” yang telah lama dijanjikannya.

“Kami akan mendapatkan informasi mengenai hal itu dalam waktu dekat,” kata Miller.

Hingga Rabu, kantor Trump tidak memiliki detail baru terkait platform tersebut. Bulan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah terlibat dalam pembicaraan dengan platform seperti CloutHub dan FreeSpace untuk menjadi platform perpesanan favorit barunya. The Journal mengatakan bahwa Trump tidak mencari ekuitas di perusahaan baru, tetapi berupaya mengetahui biaya lisensi jika dia memutuskan untuk bergabung.

Baca Juga:
Dicekal Twitter dan Facebook, Donald Trump Mau Bikin Medsos Sendiri

Sebagian besar kesuksesan Trump dapat dikaitkan dengan pengikut media sosialnya. Tetapi blog barunya itu harus berjuang untuk menemukan audiens. Bulan lalu, NBC News melaporkan bahwa blog tersebut hanya memperoleh 212.000 total engagement, atau jumlah yang jauh lebih rendah daripada tweet mantan presiden.

Trump diboikot dari Facebook dan Twitter pada Januari setelah kerusuhan sayap kanan yang mematikan pecah di US Capitol. Saat itu anggota parlemen akan memilih untuk mengesahkan Joe Biden sebagai presiden. Tak lama setelah larangan itu, Trump mengumumkan bahwa ia akan meluncurkan platform media sosialnya sendiri yang bersaing.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories