Technologue.id, Jakarta – Selain smartphone, komoditas laris di industri teknologi saat ini adalah smartwatch. Pasar jam pintar sejauh ini belum menunjukkan pengenduran, bahkan malah semakin meningkat.

Baca juga:

Punya Electrocardiogram, Apple Watch Series 4 Bisa Periksa Jantung Anda

Strategy Analytics (02/11/2018) memperkirakan bahwa ada kenaikan shipment sebesar 67 persen dari tahun lalu pada Q3 2018 ini. Setidaknya, ada 10 juta unit perangkat yang dikapalkan dari gudang para produsen secara global.

Dari volume tersebut, Apple memberikan kontribusi terbesar. Raksasa Cupertino itu dipercaya mengapalkan 4,5 juta unit smartwatch sepanjang Juli sampai September 2018. Penyebabnya, adalah debut Apple Watch Series 4 yang ternyata sukses memukau konsumen.

Baca juga:

Huawei Tengah Siapkan Honor Smartwatch

Wearable gadget yang dikenalkan di bulan September lalu itu dipersenjatai dengan beragam fitur menarik, salah satunya adalah aplikasi electrocardiogram (ECG). Gunanya adalah untuk mengevaluasi fungsi dan kondisi jantung. Apple Watch Series 4 pun menjadi perangkat pertama yang menawarkan ECG langsung kepada konsumen.

Selain itu, jam tangan pintar yang dibanderol mulai Rp6 jutaan tersebut turut mempunyai fitur fall detection, yang dapat mengirimkan pesan darurat secara otomatis ketika penggunanya terjatuh dan tak bergerak selama beberapa saat. Fitur antisipasi terhadap kecelakaan ini pun menjadi inovasi dan standar tinggi untuk sektor smartwatch.

Baca juga:

Q2 2018, Apple Distribusikan 3,5 Juta Smartwatch

Selain Apple, kontributor penting di shipment smartwatch global adalah Fitbit. Menyisihkan Samsung dan Garmin, Fitbit mengapalkan 1,5 juta unit jam pintar. Mereka pun ditahbiskan sebagai brand smartwatch terbesar kedua.

Di bawah Apple dan Fitbit, menguntit Samsung (dengan market share 11 persen) dan Garmin (8 persen).