Baca juga:
Telkomsel Luncurkan Game MOBA Pertamanya, ShellFire
Menurutnya, saat ini kondisi market sudah mendukung sehingga perlu dimanfaatkan sepenuhnya. "Potensi secara revenue besar. Potensi secara trafik juga besar. Baik itu games maupun video streaming. Dan itu mulai replacing penggunaan ponsel dari yang tradisional hingga browsing internet menjadi legacy. Penggunaan ponsel sudah menjadi sesuatu yang engagement-nya tinggi. Kita bila cuma jadi pipa, sudah that's it. Tapi bila kita berani jadi developer, at least, publisher dulu, itu lain hal. Kita ambil market-nya dari situ," jelas Singue.Baca juga:
Pertama di Indonesia, Telkomsel Pamerkan Mobil Otonom Berteknologi 5G
Telkomsel, melalui Dunia Games, baru saja meluncurkan secara resmi gim terbaru mereka, ShellFire. Dunia Games adalah game portal dan media platform yang dimiliki oleh Telkomsel. Berkaca pada kejadian polemik dengan layanan Over-The-Top (OTT), tentu Telkomsel enggan hanya 'ditebengi' saja. Tak bisa dipungkiri kalau layanan OTT seakan hanya menikmati infrastruktur yang telah dibangun operator-operator seluler di Indonesia. Oleh karenanya, mereka pun diharapkan bisa memberi kontribusi. "OTT itu seperti opportunity plus challenge bagi seluruh operator telco. OTT memang bawa trafik ke kita, tapi challenge-nya apakah mereka bisa bawa revenue buat kita," imbuhnya.Baca juga:
Layanan 4G Telkomsel Berangsur Pulih Pasca Gempa dan Tsunami Palu
Telkomsel mengakui kehadiran layanan OTT sejatinya saling menguntungkan. Karena asalnya trafik memang bersumber dari layanan OTT. Namun demikian, akan lebih baik kalau layanan OTT juga memberi konstribusi ke operator yang membangun infrastruktur. Cara yang bisa ditempuh salah satunya adalah dengan menjalin kerjasama antara penyelenggara layanan OTT dengan operator seluler. "Bisa kita gandeng dan jalan bareng, atau tujuannya kita yang jadi OTT, meski belum tahu ke depannya. Kita prefer terbuka sama OTT asal deal-deal-annya jelas. Kita tidak mau sekedar jadi 'pipa' saja," katanya.