Baca juga:
Ini Dia Hotel Pertama di Asia yang Pekerjakan Robot, Minat Mampir?
Mengutip BusinessInsider (12/12/2017), penempatan robot ini diinisiasi oleh San Francisco (SF) SPCA, kelompok advokasi dan adopsi hewan peliharaan. Tujuannya agar tidak ada homeless people yang membangun tenda untuk tinggal di area fasilitas mereka. Mereka berkilah bahwa didirikannya tempat tinggal tak beriziin itu mengganggu penggunaan trotoar yang notabene merupakan fasilitas umum. [caption id="attachment_25127" align="alignnone" width="219"]
Robot K9 ketika sedang beraksi (source: Twitter/samueldodge)[/caption]
Baca juga:
Sony Bangkitkan Lagi Robot Anjing Pintar nan Lucunya
Namun sebenarnya, pemerintah setempat tak menghendaki upaya tersebut. Minggu lalu bahkan pemerintah San Francisco memerintahkan SF SPCA untuk menghentikan robot yang berperan layaknya Satuan Polisi Pamong Praja di sini (yang salah satu tugasnya adalah menyelenggarakan ketertiban umum), atau mereka akan didenda sekitar Rp13,5 juta per harinya. K9, yang dimanufaktur oleh Knightscope, pun pada dasarnya bukanlah robot yang diperuntukkan melawan manusia. Mereka memang punya kelengkapan seperti kamera, sensor thermal, dan GPS. Akan tetapi, alasan dihadirkannya fitur-fitur tersebut adalah untuk mendeteksi aksi kriminal dan memberi tahu pada pihak berwenang secepatnya.Baca juga:
Menurut hemat Anda, apakah mempekerjakan robot untuk keperluan ini sudah tepat?