Technologue.id, Jakarta – Berdasarkan laporan GfK per kuartal 1 2019, brand ponsel Vivo berada di top 3 brand di Indonesia. Vivo berhasil menyalip posisi ketiga padahal sebelumnya berada di posisi empat, tepat bawah Oppo. Lantas bagaimana pihak Oppo memandang pencapaian kubu sebelah itu?

“Kalau masalah ranking segala macam, klaim, bisa diutarakan lewat mulut. Saya juga sudah pegang rank Oppo berapa, tapi karena memang datanya tidak ada di publik, saya tidak bisa mengeluarkan (laporan) itu,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia, kala meresmikan kehadiran Oppo K3, yang bertempat di kantor Lazada Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga:
Ponsel Kamera Pop Up Oppo K3 Dijual Khusus di Lazada

Aryo berkilah tidak bisa membeberkan posisi perusahaannya saat ini lantaran lembaga riset internasional belum menyingkap daftar terbaru peringkat brand smartphone tanah air.

“Saya belum bisa, kecuali datanya ada di publik mungkin dari IDC, atau dari Gartner, atau dari siapa yang sudah dirilis di publik, saya pasti akan keluarin (laporan posisi Oppo) itu. Tapi kalau masih sekitar internal, saya sih tidak berani untuk klaim-klaim seperti itu,” jelasnya.

“Bukan hanya masalah angka 1 2 3, tapi masalah bagaimana kita bisa mengambil hati konsumen dan melayani konsumen. Kalau konsumen sudah terlayani dengan baik, angka otomatis (naik) kok. Jangan ngejar angka lah,” imbuhnya.

Baca Juga:
Riset: Penjualan Smartphone Mengalami Penurunan pada Tahun 2019

Diakuinya saat ini tren penjualan smartphone secara global akan mengalami penurunan. Menurut firma riset Gartner, sampai akhir tahun 2019 nanti, pendistribusian smartphone akan menurun 2,5 persen. Pasalnya, pada akhir tahun 2018 kemarin, angkanya mencapai 1,55 miliar unit. Sementara akhir tahun 2019 nanti, akan berkurang menjadi 1,52 miliar unit.

Adanya penurunan penjualan smartphone di dunia ditengarai implementasi teknologi generasi kelima yang belum menyeluruh, khususnya di Indonesia.

“Kalau turun, saya tidak bisa sendiri bilang Oppo ada kenaikan, pasti ada penurunan. (Penjualan) smartphone akan naik lagi kalau keran 5G dibuka. Jadi sebenarnya kita bergantung pada teknologi,” ucap Aryo.