Technologue.id, Magelang – Ada sedikit noktah di kemeriahan perayaan resmi launching Vivo V9 di Indonesia. Event yang diadakan di Candi Borobudur dan disiarkan di 12 stasiun televisi nasional itu diwarnai oleh aksi “provokatif” Xiaomi Indonesia yang lewat akun Twitter-nya, mengunggah video tutorial menggunakan Mi Remote untuk mematikan televisi ketika launching Vivo V9 sedang berlangsung.

Baca juga:

“Cemburu” ke Vivo, Xiaomi Lakukan Hal Ini

Lantas, bagaimana reaksi Vivo setelah dipancing oleh kompatriotnya sesama vendor asal Negeri Tirai Bambu itu?

- Advertisement -

“Buat kami, tidak masalah kalau ada kompetitor atau hater yang melakukan itu. Wajar saja kok, ada yang suka dan tidak suka sama kita,” jelas Edy Kusuma, Brand Manager Vivo Indonesia, pada Technologue.id (30/03/2018).

Baca juga:

Vivo V9 Resmi Meluncur di Candi Borobudur

Lebih lanjut, Edy menambahkan kalau provokasi Xiaomi itu sama sekali tidak mempengaruhi visi Vivo. Mereka bakal tetap berjalan sesuai strategi yang sudah dicanangkan untuk menggarap pasar smartphone Tanah Air dan tentunya melego karya terbaru mereka, V9.

“Saya andaikan dengan meme yang sering beredar di internet soal sepasang lansia bawa keledai. Di situ kita lihat pandangan orang berbeda-beda, kalau mau kita turutin semua, enggak ada habisnya. Sekarang yang kita lakukan sesuai dengan program dan strategi perusahaan saja.”

Baca juga:

Intip Vivo V9, Ini Wujudnya

Menariknya, Vivo optimistis kalau kampanye masifnya untuk V9 di 12 stasiun televisi ini bukanlah yang terakhir. Edy tak menutup kemungkinan kalau ke depannya Vivo akan menambah jumlah stasiun TV untuk diajak berkolaborasi meluncurkan produk barunya. Sebagai gambaran, tahun 2017 lalu saja Vivo menggandeng sembilan stasiun televisi sekaligus untuk launching V7+ di Indonesia.

“12 TV kita pilih yang sesuai dan secara bisnis mau kerja sama dengan Vivo. Mungkin saja nanti bisa nambah lagi, kita lihat nanti,” pungkasnya.