Technologue.id, Jakarta – Grab dan Warung Pintar menjalin kemitraan untuk memperdalam inklusi digital
komunitas lapis bawah (grassroots) di Indonesia untuk beralih ke perekonomian digital.

Melalui kerja sama ini, pengemudi Grab dapat menggunakan 1.000 gerai mitra Warung Pintar sebagai hub. Tak hanya beristirahat, para pengemudi tersebut juga dapat mendatangkan pesanan bagi mitra Warung Pintar. Kerja sama ini juga akan dikembangkan sebagai metode distribusi.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan kemitraan ini mencerminkan janji Grab untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem dan bakat startup teknologi Indonesia.

“Kami bekerja bersama untuk memberdayakan lebih banyak lagi pengusaha mikro di negara ini melalui teknologi. Agustus lalu, kami berkomitmen untuk menginvestasikan US$250 juta untuk membantu startup teknologi Indonesia tumbuh lebih cepat dan mengembangkan bisnis mereka ke luar Indonesia,” ujarnya.

- Advertisement -

Chris Yeo, Head of Grab Ventures, menambahkan perusahaannya berkomitmen untuk memberdayakan 100 juta pengusaha mikro di Indonesia hingga 2020.

“Dampak kami akan lebih besar dan lebih berarti jika ada kemitraan dengan para inovator yang memiliki tujuan sama, yaitu memperbaiki kualitas kehidupan lebih dari 650 juta penduduk Asia Tenggara,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Grab bekerja sama dengan Warung Pintar. “Kami ingin memastikan, tidak ada pihak-pihak yang tertinggal dan seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan keuntungan dari perekonomian digital yang berkembang pesat,” kata dia.

Tahun lalu, Grab Ventures mengalokasi dana US$ 250 juta untuk membantu startup teknologi Indonesia supaya bisa merambah Asia Tenggara. Warung Pintar menjadi salah satu yang menerima layanan Grab senilai US$ 10 ribu selama setahun. Warung Pintar pun mendapat GrabImpact pada November 2018 lalu.

GrabImpact Award merupakan program yang diselenggarakan Grab bersama ASEAN Impact Challenge (AIC). AIC merupakan platform regional yang mencari para inovator dan entrepreneur di Asia Tenggara untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) dari PBB.

Programme Lead ASEAN Impact Challenge Era Natasha mengatakan, inovator berbasis teknologi berpeluang untuk menciptakan dampak sosial dalam skala besar. “Kami hadir untuk mempertemukan perusahaan teknologi seperti Grab dengan inovator seperti Warung Pintar untuk menjadi katalisator kemitraan yang berdampak sosial lebih besar di wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Co-Founder and CEO Warung Pintar Agung Bezharie menyampaikan, fokus utama perusahaannya adalah perkembangan dan pertumbuhan mitra pemilik kios. “Kami menantikan kesempatan untuk memanfaatkan jangkauan luas, keahlian teknis dan keahlian pasar Grab untuk lebih jauh lagi mengembangkan layanan kami ke lebih banyak pemilik kios, tidak hanya di Indonesia tapi lebih luas lagi,” ujar dia.

Saat ini, Warung Pintar sudah membantu lebih dari 1.000 kios. Agung menyebutkan, pendapatan para pemilik kios di kuartal ketiga tahun 2018 meningkat 37% dibanding kuartal sebelumnya.