Baca juga:
SpaceX Siap Luncurkan 7.000 Satelit Internet
Kendati demikian, pentolan Tesla juga SpaceX itu membantah kalau pergi dan tinggal di Mars hanya untuk orang yang kaya raya. Musk menganggap, tinggal di Mars bukan melulu soal duit, tetapi soal tantangan. Tantangan itu sendiri meliputi kerja keras untuk bertahan hidup sesampainya di sana hingga keikhlasan jika mungkin si penjelajah luar angkasa itu tak bisa pulang lagi ke Bumi.Baca juga:
Elon Musk Berikan Uang Kripto Cuma-cuma buat Netizen?
[embed]https://youtu.be/Dfg1n7Lh62Q[/embed] Melalui SpaceX, Musk telah menginisiasi infrastruktur untuk mengeksplorasi sekaligus mengkolonialisasi Mars. Tahun 2016 lalu, SpaceX memprediksi kalau kedatangan kelompok manusia pertama kalinya di Mars paling cepat baru akan terjadi pada 2025.Baca juga:
Triliuner Jepang Ini Ingin Ajak Para Seniman ke Bulan Gratis, Minat?
Musk sendiri mendirikan SpaceX, perusahaan roket dan antariksa swasta, pada 2002. Langkah ini ia ambil karena Musk kecewa dengan NASA yang belum mampu mengajak lebih banyak penduduk Bumi ke Planet Merah. Ia juga beranggapan kalau eksplorasi ke luar angkasa adalah hal yang perlu, yakni sebagai alternatif ketika Bumi tak bisa dihuni lagi karena kerusakan alam dan eksosistemnya.