Technologue.id, Jakarta – Teknologi 5G dapat mempercepat kehidupan digital di masa depan. Telah diantisipasi bahwa masa depan akan menyaksikan perwujudan dari pengalaman dan aplikasi baru terutama Virtual Reality (VR) dan hiburan imersif berbasis VR.

Chou Sangin, Manager Kovee VR, mengatakan adopsi teknologi akan semakin meningkat setelah adanya 5G. Ia meyakini implementasi generasi jaringan kelima ini bakal mendorong pertumbuhan VR di dunia.

“Tahun ini di Korea Selatan internetnya akan ganti 5G. Bila ganti 5G, bisnis mana yang paling enak itu VR. Bila sudah 5G, bisnis VR-nya akan tinggi dan cepat,” ucapnya, saat meresmikan arena teknologi VR berbau budaya Korea, di Neo Soho, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).

Baca Juga:

Berkunjung ke Kovee VR Theme Park, Arena Teknologi Budaya Korea Terbesar di Jakarta

- Advertisement -

Tak dipungkiri saat ini penikmat VR di sini sangat terbatas. Ada beberapa kendala yang menyebabkan VR sulit digapai oleh konsumen. Pertama, harga unitnya terlampau mahal untuk dibeli orang banyak. Kedua, jaringan internet yang belum memadai. Kondisi ini, kata Chou, akan berubah seiring penerapan teknologi 5G.

“Sekarang kan Indonesia sudah 4G. Pasti nanti Indonesia akan ganti 5G. Bisnis VR di Indonesia juga akan tinggi,” kata Chou.

Baca Juga:

Pornografi Augmented Reality Nyata Adanya!

Konten VR menyajikan tampilan yang lebih nyata. Bakat developer lokal pun semakin terasah. Perusahaan tempatnya bekerja membuka kerjasama seluas-luasnya dengan developer lokal agar bisa berkembang dan menjadi nilai bisnis.

“Saya sudah ketemu PT-PT VR di Indonesia. Mereka bisa bikin konten sendiri. Bila mereka punya konten bagus, nanti kami masukkan di sini (Kovee VR Theme Park),” imbuhnya.

Baca Juga:

Adidas Jualan Sepatu Pakai Augmented Reality

Kovee Jaya membuka tempat bermain dan belajar terbesar dan pertama kalinya di Indonesia menggunakan teknologi VR. Semua peralatan yang didatangkan langsung dari Korea Selatan itu menawarkan hiburan imersif berbasis VR.