Technologue.id, Jakarta – Perkembangan teknologi dan internet memicu perubahan sektor industri di dunia melalui revolusi industri 4.0 atau industri generasi ke empat.

Dari puluhan prioritisasi sektor, pemerintah telah mengelompokkan lima industri utama yang disiapkan untuk revolusi industri 4.0. Lima industri yang jadi fokus tersebut antara lain industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

Baca juga:

Jangan Tunda, Operator Telco Harus Cepat Terjun ke IoT!

Guna mewujudkan industri generasi ke empat, pemerintah turut merancang peta jalan dengan nama Making Indonesia 4.0 yang memuat sejumlah inisiatif untuk diterapkan. Pemerintah dalam bidang industri, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tengah mempersiapkan tenaga kerja yang andal serta keterampilan khusus untuk penguasaan teknologi terkini.

- Advertisement -

“Lima industri tersebut diharapkan membawa efek yang besar terhadap daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia pada 2037, melalui peningkatan angka ekspor netto kita kembalikan sebesar 10 persen dari PDB,” tutur Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian, di sela-sela Konferensi IoT Telkomsel, di Jakarta, Rabu (25/07/2018).

Baca juga:

Telkomsel Bangun Lab IoT Dorong Penguatan Ekosistem

Melalui implementasi Industri 4.0, diharapkan proses produksi manufaktur menjadi semakin efisien, sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan daya saing.

Selain itu, aspirasi lainnya adalah peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi, serta mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030. Airlangga menambahkan, apalagi Indonesia diuntungkan karena memiliki bonus demografi sampai 12 tahun ke depan.

Baca juga:

Telkomsel Satukan Solusi Bisnis UKM dalam Satu Portal

Dalam rangka mewujudkan target pada tahun 2030, Pemerintah telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional. Dari strategi tersebut, diyakini dapat mempercepat pengembangan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global.

Salah satu bulir menyebut: membangun infrastruktur digital nasional, termasuk jaringan internet kecepatan tinggi, cloud, data center, security management dan infrastruktur broadband. Berikut penjelasan Airlangga.

“Bagi industri, yang penting infrastruktur. Nah yang punya infrastruktur digital salah satunya adalah Telkom dan Telkomsel. Daripada (wacana) 5G, kenyataannya jaringan 4G masih diperlukan. Karena operator telco bilang investasi mereka di 4G sangat banyak namun belum semuanya kembali. Jadi kita bicara 5G nanti saja,” pungkasnya