Technologue.id, Jakarta – Drama persaingan antar pemain industri ridesharing Tanah Air belum berakhir. Contohnya ketika sore tadi ketika sebagian pengguna Go-Jek tak bisa meng-order tumpangan, Grab pun melempar sindiran ke Nadiem Makarim cs.

“Udah waktunya pulang kantor nih. Untung aplikasi Grab bisa dibuka. Pesen aja yuk!” cuit akun @GrabID pukul 17.05 tadi. Memang, di jam-jam tersebut, redaksi memantau kalau komplain pengguna Go-Jek di Twitter sedang ramai-ramainya.

- Advertisement -

Baca juga:

Jam Pulang Kerja, Go-Jek Malah Eror

Tak tinggal diam, Go-Jek pun melakukan serangan balik. Senjata mereka adalah komplain dari seorang pengguna yang tertulis bernama Astrid Augusrita @astrid2808 yang bercuit kalau mitra driver Grab tidak ramah. Komplain itu dilayangkan si mitra yang namanya tak disebutkan karena lokasi ia berada dan lokasi Astrid memesan tumpangan terlalu jauh. Padahal, ia mengklaim sudah menunggu selama 10 menit, tetapi driver tersebut malah memintanya untuk meng-cancel order itu.

“Maaf aku tadi sempat menghilang, tapi sekarang aku sudah kembali menemanimu lagi. Baikan, yuk? :)” akun @gojekindonesia mengutip tweet Astrid di atas pukul 18:41.

Baca juga:

Grab Janji Turunkan Biaya Pelayanannya

Yang menarik, sebelum tweet tersebut dikirmkan, Go-Jek tak memberikan klarifikasi atau penjelasan detail apa pun pada penggunanya terkait eror sore tadi. Perwakilan Go-Jek yang redaksi kontak pun tak memberikan respons.

Baca juga:

Grab Jadi Sasaran Investasi Alibaba Selanjutnya?

Namun, serangan balik Go-Jek di atas bisa dibilang tak sepenuhnya menohok. Soalnya selepas klaim @gojekindonesia kalau aplikasi sudah bekerja normal, masih ada cuitan dari pengguna yang menyatakan aplikasi Go-Jek masih belum fit seperti sedia kala.

Ini bukanlah kali pertama Go-Jek dan Grab saling sindir. Ketika Uber hengkang dari Indonesia karena unit bisnisnya di Asia Tenggara diakuisisi Grab, Go-Jek mengirimkan “surat” kepada startup asal Amerika Serikat itu yang secara implisit menyindir ketidakmampuan Uber memenangkan persaingan ketat di industri ridesharing Tanah Air.