Technologue.id, Jakarta – Seperti yang sudah redaksi beritakan sebelumnya, hari ini (08/04/2018) adalah hari terakhir Uber dan aplikasinya aktif di Indonesia. Sebabnya, unit bisnis startup yang dibesarkan oleh Travis Kalanick itu di Asia Tenggara itu telah diakuisisi oleh Grab.

Dengan memeluk Uber, Grab mengklaim strategi ini bakal menguntungkan banyak orang, dari mitra sampai konsumen. Pasalnya, perusahaan rintisan yang layanannya menggurita di ASEAN itu menjanjikan ongkos layanan yang lebih rendah.

Baca juga:

Umur Uber Tinggal Besok Saja, Mayoritas Driver Uber Sudah Pindah

“Dalam jangka pendek, akuisisi ini menandakan lebih banyak mitra pengemudi dan lebih banyak penumpang guna menciptakan pasar yang lebih efisien. Seiring dengan penggunaan yang kian meningkat, biaya pelayanan juga akan mengalami penurunan dan penghematan yang kami lakukan dapat diberikan baik kepada mitra pengemudi maupun penumpang,” ungkap Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, pada redaksi (06/04/2018).

Baca juga:

Grab Jadi Sasaran Investasi Alibaba Selanjutnya?

Sementara itu untuk target jangka panjangnya, Grab mengaku berambisi untuk menjadi mobile platform online to offline (O2O) nomor satu. “Bagi masyarakat Indonesia, kami hadir di sini untuk ikut mengatasi berbagai tantangan terbesar, seperti kemacetan, inklusi keuangan, dan peningkatan penghasilan keluarga,” tambahnya.

Baca juga:

Grab Resmi Caplok Uber, Ini Benefit yang Dijanjikan untuk Konsumen

Saat ini, Grab menyatakan sudah berhasil menggaet 75 persen mitra Uber se-Indonesia serta memberdayakan lebih dari 3 juta micro-entrepreneur Tanah Air untuk memanfaatkan layanannya macam GrabFood dan Kudo. Grab juga akan membawa layanan barunya, GrabFinancial, yang mencakup pembayaran mobile, micro-financing, asuransi, dan layanan keuangan lainnya.