Technologue.id, Jakarta – Persaingan di industri transportasi online Indonesia sudah mengerucut. Setelah Uber hengkang, raksasa yang tersisa saat ini hanyalah Grab dan Go-Jek. Kemungkinan, persaingan di antara mereka ke depannya bakal lebih sengit dan keras lagi.

Sebab, tak lama setelah Grab mengumumkan akuisisi terhadap unit bisnis Uber di Asia Tenggara, startup asal Malaysia itu dikabarkan bakal disuntik oleh Alibaba Group.

Baca juga:

Grab Resmi Caplok Uber, Ini Benefit yang Dijanjikan untuk Konsumen

Melansir TechCrunch.com (04/04/2018), keduanya disebut sedang berada di tahapan awal untuk merealisasikan investasi tersebut. Sayang, belum ada bocoran berapa banyak nominal suntikan ini maupun valuasi terbaru Grab sekarang.

Ini adalah kali kedua Alibaba diisukan akan menginvestasi Grab. Isu pertama menyeruak pertengahan tahun lalu, tetapi kesepakatan di antara keduanya belum terealisasi.

Baca juga:

Berikan Fasilitas Lebih Bagi Mitra Driver, Grab Luncurkan GrabBike Lounge

Timing investasi ini bisa jadi adalah waktu yang tepat bagi Grab untuk menjaga persaingan dengan Go-Jek. Pasalnya, Go-Jek Februari lalu telah menerima kucuran dana dari beberapa pihak, di antaranya Astra International, Google, dan Temasek. Startup yang dimotori Nadiem Makariem itu juga dirumorkan siap berekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Baca juga:

Go-Jek Stop Terima Kucuran Dana dari Investor Lokal dan Asing, Kenapa?

Alibaba sendiri tak asing lagi dengan ekosistem startup Indonesia. Selain mem-backing Tokopedia, Alibaba pun kini menjadi pemilik jaringan e-commerce yang namanya cukup besar di Tanah Air, Lazada.