Technologue.id, Jakarta – Didirikan tahun 2010 lalu, Go-Jek kini semakin berkembang pesat. Diawali dari layanan transportasi online, kini produk Go-Jek kian beragam. Mulai dari Go-Ride, Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Box, Go-Pay dan lainnya bisa Anda pilih di aplikasi Go-Jek. Layanan inilah yang menarik investor dari dalam maupun luar negeri untuk menyuntikan dananya untuk Go-Jek.

Hari ini Go-Jek baru menerima suntikan dana dari Blibli.com di bawah naungan PT. Global Digital Niaga (GDN). Kerjasama ini juga sejalan dengan visi dan misi kedua perusahaan yang membantu mengembangkan bisnis para UKM.

Baca juga:

Jalin Kerjasama Dengan Blibli.com, Ini Komitmen Go-Jek

“Kemitraan dengan Blibli.com ini tidak hanya investasi melainkan bentuk persahabatan. Sebenarnya kerjamasama dengan GDN grup sudah kami lakukan sebelumnya. Namun, dengan Blibli.com ini baru pertama kali. Bersama Blibli.com, kami akan mengembangkan produk yang menyasar segmen UKM. Tunggu saja bentuk kerjasamanya seperti apa. Bukan Go-Jek namanya kalau tidak menghadirkan kejutan,” Nadiem Makarim, Chief Executive Officer dan Founder Go-Jek menjelaskan kepada tim Technologue.id saat ditemui di Mid Plaza, Sudirman, Jakarta, Senin (12/02/2018).

Tim Go-Jek dan Tim GDN beserta Menkominfo menunjukan kontrak kerjasama Go-Jek dan Blibli.com (Donnie Pratama Putra/Technologue.id)

Ketika ditanya Technologue.id mengenai nilai investasinya, baik pihak Go-Jek maupun GDN urung memberikan angka yang pasti.

Baca juga:

Go-Jek Dipinang Astra, Maharnya Rp2 Triliun

Pekan ini Go-Jek baru saja menerima investasi dari Astra International sebesar USD 150 juta atau senilai Rp 2 Triliun. Disusul dengan kucuran dana dari Google yang kabarnya mencapai USD 100 juta atau sejumlah Rp1,3 triliun. Sayangnya, Nadiem dan tim nya enggan mengungkapkan nilai pasti dari investasi dari Google tersebut.

“Bentuk kerjasama dengan Google kami wujudkan melalui bidang teknologi seperti big data, Artificial Intelligence (AI) dan lainnya,” tambah Nadiem.

Nadiem menambahkan, ”Bentuk kerjasama dengan Astra sedang kami canangkan seperti bisnis kendaraan dengan leasing kendaraan untuk driver kami.”

Baca juga:

Antara Go-Jek, Grab, dan Uber, Mana Favorit Pengguna Android Indonesia?

Menanggapi foto Richard Branson, Founder Virgin grup menaiki armada Go-Ride yang beberapa waktu lalu beredar, Nadiem memberikan komentar.

“Richard Branson hanya ingin bertemu saya saja karena tertarik dengan konsep dari Go-Jek. Tidak ada niatan dari Virgin untuk menyuntikan dana nya ke Go-Jek,” tandas Nadiem.

Nadiem lanjut menjelaskan, ”Di tahun 2018 ini kami akan menutup kucuran dana dari investor baik lokal maupun asing. Karena kami fokus mengembangkan layanan Go-Jek untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya UKM.”