Gojek Guyur Investasi Ke LinkAja

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dompet digital LinkAja mengumumkan raihan dana investasi senilai lebih dari US$ 100 juta. Salah satu raksasa investornya adalah Gojek.

Penggalangan dana melalui penerbitan saham preferen seri B itu memungkinkan sejumlah sinergi layanan guna mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Penggalangan dana seri B itu dilakukan sejak 6 Oktober 2020.

Kehadiran investasi tersebut membuat LinkAja memperluas opsi metode pembayaran untuk beberapa layanan tertentu di aplikasi Gojek di Indonesia. Diantaranya adalah layanan bagi para pengguna untuk melakukan pembayaran atas layanan Gojek yang dipilih dengan transaksi melalui aplikasi LinkAja.

Baca Juga:
Tiga Layanan Pegadaian Kini Hadir di LinkAja

Kemudian, kemitraan bersama antara Gojek dan LinkAja juga akan memberikan pengguna dan pelaku usaha lebih banyak pilihan saat bertransaksi. Dengan begitu, jutaan orang yang menggunakan layanan Gojek dan LinkAja setiap hari bakal menikmati tambahan kemudahan dan kenyamanan layanan.

Turut disebutkan, integrasi kedua pihak semakin memperkuat kemitraan Gojek yang sudah terjalin dengan LinkAja. Misalnya mencakup LinkAja sebagai metode pembayaran yang saat ini dapat digunakan untuk layanan transportasi dan reservasi tiket di aplikasi Gojek. Dengan menggabungkan kekuatan dua perusahaan nasional tersebut, Gojek dan LinkAja dinilai akan menciptakan dan saling melengkapi pengalaman pembayaran non tunai untuk berbagai kebutuhan pengguna di berbagai segmen pasar.

Saat ini, platform LinkAja sebagian besar berfokus pada pembayaran untuk pembelanjaan ritel, layanan publik dan layanan kebutuhan sehari-hari dengan 80% penggunanya berasal dari kota-kota tier 2 dan tier 3 di Indonesia.

Sementara layanan pembayaran digital Gojek melalui GoPay, melayani kebutuhan sektor ritel dan bisnis di Indonesia khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta layanan kebutuhan sehari-hari dalam platform Gojek. Kemitraan antara kedua perusahaan akan memungkinkan pengalaman pembayaran dari hulu ke hilir yang semakin mudah bagi pengguna dalam semua aspek kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga:
Merger Gojek dan Tokopedia Makin Dekat?

CEO LinkAja Haryati Lawidjaja menuturkan, pihaknya sangat senang Gojek bergabung sebagai pemegang saham perseroan, menyusul investasi yang dilakukan oleh pemegang saham terkemuka LinkAja lainnya dalam penggalangan dana Seri B. Bergabungnya Gojek sebagai salah satu pemegang saham strategis, akan memberikan akses bagi LinkAja ke ekosistem Gojek untuk dapat mendukung misi LinkAja dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Dia menambahkan, investasi strategis tersebut merupakan validasi lebih lanjut atas pertumbuhan dan kemajuan LinkAja sebagai startup yang didirikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Apalagi dalam menjalankan misi untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

“Khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan perbankan, serta para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Melalui kemitraan strategis ini, kami berharap dapat memberikan dampak yang lebih besar dan lebih luas bagi perekonomian Indonesia,” ujar Haryati, dalam keterangan resminya, Selasa (9/3/2021).

Sementara itu, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, Gojek Group selalu memiliki fokus yang mendalam untuk mendukung semua orang di Indonesia dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Misi perusahaan juga untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memberikan akses layanan keuangan seluas-luasnya kepada masyarakat unbanked dan underbanked sejalan dengan komitmen yang dimiliki oleh LinkAja.

“Sebagai dua perusahaan nasional terdepan, kolaborasi ini memberi kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan jangkauan luas dari masing-masing perusahaan, sekaligus peluang bekerja sama dalam meningkatkan penggunaan pembayaran non-tunai sehingga dapat mempermudah hidup jutaan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.

Selain Gojek, sejumlah pihak yang disebut terlibat dalam penggalangan dana investasi LinkAja diantaranya adalah Grab, Telkomsel, Mandiri Capital Indonesia (MCI), BRI Ventures dengan total dana terkumpul lebih dari US$ 100 juta.

- Advertisement -

Latest News

Facebook dan Instagram Dituding Hapus Konten Serangan Israel ke Palestina

Technologue.id, Jakarta - Raksasa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dituding telah menyensor, serta menghapus postingan dan tagar terkait ketegangan baru-baru...

128 Juta iPhone Terinfeksi Malware

Technologue.id, Jakarta - Apple baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada upaya penyerangan malware ke ratusan juta pengguna iOS. Sebanyak 128 juta pengguna iOS...

#SavePalestine Bergema Imbas Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa

Technologue.id, Jakarta - Warganet dari seluruh dunia mengecam serangan udara mematikan Israel di jalur Gaza dengan mencuitkan tagar #SavePalestine.

Resident Evil: Village Raup 100.000 Gamer dalam 2 Hari

Technologue.id, Jakarta - Resident Evil: Village berhasil memecahkan rekor baru di Steam. Game besutan Capcom tersebut telah meraih pemain aktif hingga lebih...

PlayStation 5 Masih Langka Hingga Tahun Depan

Technologue.id, Jakarta - PlayStation 5 akan tetap langka hingga tahun 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer (CFO) Sony, Hiroki...

Related Stories