Technologue.id, Jakarta – Google meluncurkan platform streaming Stadia yang memberikan akses ke game video melalui peramban Chrome.

Sundar Pichai, CEO Google, meluncurkan Stadia dalam acara Game Developers Conference di San Fransisco, Amerika Serikat. Pichai, yang mengatakan dirinya cukup sering bermain FIFA 19, menyatakan Google mendesain Stadia sebagai platform untuk semua orang.

Baca Juga:
Platform Game Streaming Game.ly Unjuk Bakat Steamer Lokal

Google membangun platform seperti Stadia karena memiliki jejaring pangkalan data (data center) di seluruh dunia. Kehadiran platform gim berbasis komputasi awan (cloud), jelasnya, membuat pemain game tidak lagi harus memiliki konsol terbaru atau komputer dengan spesifikasi terlengkap.

Stadia juga memberikan sumber daya yang tak terbatas untuk berkreasi. Infrastruktur yang mendukung Stadia seperti GPU, CPU, memori, dan kapasitas penyimpanan berskala peladen (server) memberikan kreator game kebebasan untuk membangun karyanya.

Baca Juga:
Rayakan Usia Ke-7, Lazada Luncurkan Fitur Live Streaming

Stadia menghadirkan video game ke perangkat apapun yang memiliki layar termasuk televisi, laptop, komputer desktop, tablet, dan ponsel pintar. Game ini tersedia dengan resolusi hingga 4K dan 60 frame per detik.

Google menjelaskan kemungkinan resolusi dan kecepatan frame rate relatif tergantung koneksi internet seseorang. Sebagai referensi, Google mendemokan Ceed Odyssey besutan Assasin mampu bekerja pada 1080p dan 60 fps menggunakan koneksi 25Mbps.

Google juga berencana menghubungkan platform Stadia dengan layanan Google lain. Contohnya, pengguna YouTube yang sedang menyaksikan video terkait judul game tertentu, langsung bisa memainkan gim tersebut hanya dengan satu kali klik.

Google akan meluncurkan layanan ini di beberapa negara tahun ini, termasuk di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan mayoritas negara lain di Eropa.