Technologue.id, Jakarta – Huawei melakukan cara curang untuk meningkatkan hasil pengukuran benchmark. Vendor asal Tiongkok ini ketahuan mengakali beberapa smartphone terbaiknya, termasuk Huawei P20, untuk melakukan over-perform pada tes benchmark.

Situs AnandTech.com menemukan indikasi bahwa Huawei P20 telah diprogram untuk memaksimalkan kinerja ketika menjalankan 3DMark, aplikasi benchmark yang populer. Dalam pengujian, smrtphone Huawei itu mempromosikan nilai benchmark yang lebih tinggi hingga 50 persen.

Berdasarkan laporan mereka, cara yang digunakan Huawei untuk meningkatkan hasil ukur lini produknya adalah dengan sengaja memaksimalkan performanya ketika menjalankan aplikasi benchmark tersebut. Hal ini dianggap bermasalah karena smartphone tak mungkin mempertahankan kemampuan yang sama untuk penggunaan aplikasi lainnya.

Baca juga:

Usung Empat Kamera, Ini Spek Lengkap Huawei Mate 20 Lite

Akibatnya, hasil pengukuran Huawei P20 mencatat hasil tinggi. Namun hasil itu terkadang tak sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Karena itu, tingginya angka pengukuran tak mencerminkan performa sebenarnya smartphone anyar tersebut.

Dengan adanya pemberitaan ini, UL Benchmark, pembesut aplikasi 3DMark, langsung menelusuri dan menindaklanjuti informasi ini dengan mengatakan bakal menghapus P20, serta tiga smartphone Huawei lainnya dengan kecurangan yang sama, dari papan peringkat benchmark-nya, sebagaimana dihimpun dari TheVerge.com (07/09/2018).

Selain P20, tiga smartphone lain yang ikut kena getahnya antara lain P20 Pro, Nova 3, dan Honor Play.

Baca juga:

Ini Kata Huawei Indonesia Soal Selfie Nova 3i Pakai DSLR

Menanggapi hal tersebut, pihak Huawei pun “mengakui” telah melakukan aksi curang tersebut. Menurut perusahaan, mekanisme ini dilakukan untuk memberi gambaran potensi penuh dari jajaran smartphone flagship tersebut bagi khalayak umum.

Dalam sebuah pernyataan resminya, perusahaan kipas merah itu mengatakan bahwa ponselnya dirancang untuk menyesuaikan kinerja berdasarkan aplikasi yang sedang berjalan. Huawei berkilah, hal ini karena peran penting dari teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pabrikan ponsel memang bisa mengatur ponselnya untuk menyesuaikan performanya sesuai dengan beratnya aplikasi yang sedang dijalankan, namun mereka tak boleh memaksimalkan performanya hanya karena sedang menjalankan aplikasi benchmark. “Kode etik” inilah yang dilakukan oleh Huawei.

Baca juga:

Huawei Mate 20 Pro Konon Pakai Tiga Kamera, Desainnya Unik!

Aksi ini terbongkar ketika mereka menjalankan versi internal dari 3DMark, yang namanya tak dikenali oleh ponsel Huawei. Ketika benchmark itu dilakukan, performa ponsel Huawei tersebut jauh lebih buruk ketika menjalankan 3DMark versi biasa.

Temuan ini mengindikasikan kalau ponsel tersebut tak cukup pintar untuk mengidentifikasi kebutuhkan performa tinggi oleh aplikasi. Jadi skor benchmark yang didapat pun tak bisa merefleksikan performa asli ponsel.