Baca juga:
Pocophone F1 vs Huawei Nova 3i: Siapa Jawara Smartphone Harga Rp4 Jutaan?
Kompetisi Nasional TIK Indonesia bakal dihelat pada November 2018, dengan final nasional pada Desember 2018. Tim yang mewakili Indonesia akan bersaing dalam final wilayah Asia Pasifik pada Maret 2019 untuk memperebutkan tiket final kompetisi Global TIK Huawei di China pada Mei 2019. "Tidak hanya kompetisi nasional tapi Huawei juga akan membawa pelajar Indonesia naik tingkat ke kelas global," tutur Selina Wen, Vice President Public Affair & Communications Huawei Indonesia, dalam acara penandatanganan MoU di Jakarta, Selasa (9/10/2018). Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi mengikuti Tech Day atau kunjungan universitas untuk berbagi pengetahuan mengenai teknologi terkini di industri TIK, serta ikutserta dalam program magang tahunan Seeds for The Future. SmartGen 2018 akan memfokuskan terhadap topik-topik terkini dalam dunia TIK seperti 5G, BigData, Artificial Intelligence (AI), komputasi awan, IoT (Internet of Things), dan Blockchain.Baca juga:
Ranking Kamera Huawei P20 Pro Ungguli iPhone XS Max
Baca juga:
Lebih jauh lagi, ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja terkait TIK akan terus tumbuh seiring dengan berbagai tantangan di sektor TIK itu sendiri. "(Program SmartGen 2018) Ini untuk menjadi pembinaan agar kita tidak hanya menjadi pelaku di dunia ICT tapi pelaku sekaligus penyedia. Selama ini, kita tergantung produk ICT dari luar. Kita terbiasa membeli barang dari luar, bukan dari dalam. Sense of nasionalisme harus dipertanyakan," ujarnya. Tahun ini, program SmartGen diperluas cakupannya dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 1000 siswa SMK yang berasal dari 12 SMK di 10 kota di Indonesia, serta sedikitnya 1500 mahasiswa di delapan universitas.