Baca juga:
Nokia 8 Ternyata Anti-Bengkok, Kalau Dibakar?
Sebagai gantinya, kini Nokia akan lebih fokus untuk mengembangkan industri ponsel mobile dan perangkat yang berhubungan dengan Internet of Things (IoT). Mereka juga akan mengalihkan dana investasinya ke sektor lainnya, seperti perangkat kesehatan digital, membangun brand, dan mendapatkan lisensi yang berhubungan dengan teknologi.Baca juga:
Ponsel Android Nokia Berbaterai 4.000mAh Masuk Daftar Antrean Rilis
Bagi Nokia, bisnis VR bukanlah yang menyenangkan. Pasalnya, perangkat buatan mereka tak berhasil diserap pasar dengan baik. Bisa jadi, hal tersebut dikarenakan harga perangkat VR yang terlampau mahal, yakni mencapai US$45.000.Baca juga:
Murah Meriah, Ini Spesifikasi dan Harga Nokia 3 di Indonesia!
Penutupan departemen OZO dan perubahan bisnis yang dilakukannya pun berdampak pada pengurangan karyawan. Dari sekitar 1.090 karyawan yang ada di Finlandia, Amerika Serikat, dan Inggris, 310 orang di antaranya harus di rumahkan.