Technologue.id, Jakarta – Demonstrasi karyawan Indosat Ooredoo yang terjadi hari ini (08/02/2017) di kantor pusatnya yang terletak di Jl. Medan Merdeka Barat no. 21, Gambir, Jakarta Pusat, ternyata mendapat apresiasi dari perusahaan telekomunikasi yang sudah berdiri sejak 1967 tersebut. Pasalnya, aksi penyampaian aspirasi tersebut dinilai sudah sesuai dengan aturan perusahaan yang berlaku serta tak mengganggu kelangsungan layanan untuk para pelanggan.

Baca juga:

Demo Karyawan Indosat di Kantor Pusatnya, Ada Apa?

Selain menyampaikan apresiasinya tersebut, Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, mewakili perusahaan yang menaunginya turut membantah isu PHK massal terhadap karyawan Indosat.

“Terkait dengan pemberitaan mengenai PHK massal tidak benar. Perusahaan menjamin kelangsungan pekerjaan bagi seluruh karyawan dan proses perubahan komposisi organisasi ini berjalan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” papar Deva, setelah redaksi hubungi via aplikasi pesan instan.

Baca juga:

Bos Baru Indosat Ternyata Bekas Petinggi XL Axiata!

Ia tak menampik bahwa manajemen Indosat telah melakukan perubahan pada komposisi organisasi perusahaan. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya adaptasi dan pembenahan agar tetap bisa bersaing.

“Perkembangan teknologi sebagai basis bisnis telekomunikasi telah mengubah konstelasi industri yang mengharuskan para operator sebagai pelaku industri ini untuk terus berubah dan beradaptasi agar tetap dapat tumbuh dan berkompetisi dengan sehat,” tambahnya.

“Menghadapi tuntutan perubahan ini, manajemen Indosat Ooredoo mengambil berbagai langkah strategis, di mana hal ini berdampak pada komposisi organisasi perusahaan.”

Baca juga:

Petinggi Samsung yang Kena Kasus Suap Dibebaskan dari Penjara

Sebelumnya, sejumlah karyawan Indosat Ooredoo mengenakan ikat kepala kuning sambil membawa spanduk berisi tuntutan berkumpul di depan markas perusahaannya siang ini (08/02/2017). Yang dituntut dari aksi ini antara lain penolakan PHK sepihak dari Indosat serta restrukturisasi organisasi perusahaan yang dinilai irrasional.