Technologue.id, Jakarta – Kehadiran industri game sebagai salah satu bagian dari ekonomi kreatif Indonesia mampu menumbuhkan ekosistem digital, yang pada akhirnya mampu mendorong percepatan ekonomi digital di Indonesia.

Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mengatakan bahwa nilai industri game Tanah Air, berdasarkan laporan dari global, sudah mencapai US$1,1 miliar.

“Industri game di Indonesia, saat ini sudah mencapai sekitar Rp15 triliun. Antusiasme industri game ini, baik pengguna maupun penontonnya, mulai berkembang,” ujar Semmy, sapaan akrabnya, ditemui di acara peluncuran platform game live streaming Game.ly, di Jakarta, Jumat (02/11/2018).

Baca juga:

Platform Game Streaming Game.ly Unjuk Bakat Steamer Lokal

- Advertisement -

Beberapa tahun lalu, keseruan bermain game hanya dinikmati oleh pemainnya saja. Namun seiring gencarnya bermunculan kompetisi eSports, penonton pun ikut andil dalam perkembangan industri game.

Salah satu halangan bagi perkembangan industri ada pada cara pandang. Game di Indonesia hanya dipandang sebagai permainan belaka, bukan suatu bisnis yang bisa tumbuh menjadi industri dan menyejahterakan banyak orang. Semmy menuturkan, Pemerintah akan terus mendorong industri ini, misalnya dengan mengatur industri ini melalui UU Penyelengaraan Sistem Elektronik di Indonesia. Tujuannya, supaya industri ini lebih berkembang ke ranah global.

“Bukan hanya dari segi penonton dan pemain, tapi juga makin banyak game-game buatan Indonesia yang bisa dimainkan atau masuk dalam percaturan game internasional,” tandas Semmy.

Baca juga:

Akan Lebih Banyak Orang Main Game di Smartphone, Ini Sebabnya

Industri game juga harus berjalan secara positif. Dari sisi regulasi, kata dia, Pemerintah akan memberlakukan pembatasan usia pemain eSports dalam Indonesia Game Rating System (IGRS). Ia berharap para developer game bisa ikut mendukung penerapan sistem IGRS ini.

“Game itu harus mendeklarasikan bahwa bisa dimainkan oleh anak usia berapa sampai berapa. Bila mencakup usia anak yang ditentukan, maka misalnya tidak boleh ada violence-nya. Semua game yang akan beredar di Indonesia harus mendeklarasikan dan melaporkan kepada kami (Kemkominfo),” jelasnya.

Baca juga:

Telkomsel Gelar Kompetisi eSports Berhadiah Miliaran Rupiah

Selain batasan umur, Pemerintah juga sedang merumuskan aturan mengenai digital goods and services tax di Indonesia, salah satunya berkenaan dengan transaksi belanja digital di bisnis game. Aturan ini menyasar seluruh pemain di industri game, baik lokal maupun asing.

“Pemerintah sedang mengatur pelaku industri, baik pemain dalam maupun pemain luar, sama-sama membayar PPN. Saat ini kan yang membayar hanya pemain lokal. Kita ingin menumbuhkan level playing field,” pungkas Semmy.