Intel Kena Retas, Database Rahasia Sebesar 20GB Bocor

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Produsen chipset Intel baru-baru ini mengalami peretasan sistem. Alhasil, database dengan ukuran 20GB yang disebut memiliki informasi rahasia berhasil dicuri dan diposting di situs berbagi file MEGA.

Data ini awalnya diungkapkan oleh seorang engineer perangkat lunak asal Swiss bernama Till Kottmann yang mengirim file dari seorang peretas anonim.

Baca Juga:
Sistem Garmin Lumpuh Akibat Serangan Siber Brutal

Sistem Intel yang dibobol (Source: ZDNet)

Kebocoran tersebut pun telah dikonfirmasi oleh ZDNet (6/8/2020) yang berhasil memverifikasi data tersebut sebagai asli, berkat bantuan peneliti keamanan. File yang bocor berisi kekayaan intelektual Intel dalam kaitannya dengan desainer internal berbagai chipset, termasuk spesifikasi teknis, panduan produk, dan manual untuk produk Intel sejak tahun 2016.

Kabar baiknya, peretasan tersebut tidak memengaruhi pelanggan atau karyawan Intel. Aksi peretasan itu lebih ditujukan untuk mencuri informasi produk Intel ketimbang mencoba melanggar informasi pelanggan.

Namun, kabar buruknya, karena kode BIOS yang bocor, peretas dapat menggunakannya untuk merekayasa balik peretasan atau memanipulasinya dengan cara yang dapat memengaruhi produk Intel saat ini atau bahkan di masa depan.

Baca Juga:
Kena Serangan Siber, Sistem Garmin Berangsur Pulih

Pihak Intel telah merilis pernyataan di mana mereka menyangkal telah diretas, tetapi mengakui bahwa beberapa data mereka mungkin telah dibagikan.

“Kami sedang menyelidiki situasi ini. Informasi tersebut tampaknya berasal dari Intel Resource and Design Center, yang menampung informasi untuk digunakan oleh pelanggan, mitra, dan pihak eksternal lainnya yang telah terdaftar untuk akses. Kami yakin seseorang dengan akses mengunduh dan membagikan data ini,” tutur manufaktur semikonduktor tersebut.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories