Technologue.id, Jakarta – Sukses di pasar smartphone Indonesia tidak lantas membuat Xiaomi puas bermain di seri Redmi dan seri Mi saja. Pabrikan ponsel asal Tiongkok tersebut melahirkan subbrand baru yang fokus di performa ponsel tanpa mengesampingkan label harga terjangkau.

Baca juga:

Perkenalkan Pocophone F1, Smartphone Jagoan Berprosesor Snapdragon 845

Adalah Pocophone yang baru saja meluncurkan smartphone pertama F1 di pasar Indonesia, setelah dua minggu lalu hadir di India. Pocophone F1 begitu menonjolkan sektor hardware seperti prosesor Snapdragon 845 dan LiquidCool Technology, karena segala aktivitas sehari-hari pada smartphone, seperti bermain gaming, streaming video, memotret gambar, tentu sangat membutuhkan performa yang hebat.

Performance matters, speed matters. Jika tidak ada perfoma, tidak ada kecepatan, maka itu merupakan masalah terbesar bagi smartphone,” tutur Alvin Tse, Head of Pocophone Global, usai meluncurkan Pocophone F1 di Jakarta, Senin (27/08/2018).

- Advertisement -

Baca juga:

Xiaomi Poco F1, Ponsel Murah, Garang, dan Siap Masuk Indonesia

Berada di naungan Xiaomi, tentu performa Picophone dijamin andal. Selama ini, Xiaomi sendiri diketahui mahir merakit smartphone dengan kualitas baik. Perusahaan ingin menghadirkan produk bagus dengan inovasi baru dan terbaik, yang benar-benar dibutuhkan oleh banyak orang.

“Seperti yang kita tahu, kualitas komponen Xiaomi sangat baik. Kualitas penting sehingga kami tidak menggunakan second grade. Meski Pocophone bagian yang kecil dari Xiaomi. Namun team Kami berambisi membangun produk yang hebat,” ujarnya.

Pocophone diuntungkan dengan kekuatan Xiaomi yang sudah matang di pasar Tanah Air. Alvin mengakui bakal memanfaatkan infrastruktur dari Xiaomi seperti service center dan juga basis pengguna yang besar yang disebut Mi Fans.

Baca juga:

Xiaomi Pocophone F1 Jadi Smartphone Termurah dengan Snapdragon 845?

Sebagai ‘anak asuhan’ dari Xiaomi, maka Pocophone enggan bersaing dengan induk perusahaannya tersebut. Terlebih, target market keduanya berbeda.

“Pocophone dan Xiaomi mempresentasikan demografis dan filosofi yang berbeda. Bila memilih smartphone karena tampilan desain, bisa ke Xiaomi Redmi. Namun Pocophone fokus di satu aspek, yaitu performa. Selain performa, bila ingin cepat mendapat update (misalnya Google Security System) pilihlah Picophone,” terang Alvin.

Persamaan dengan Xiaomi, ia menjelaskan, dengan ikut mematok margin laba bersih unit ponsel tidak lebih dari 5 persen. “Industri smartphone sangat kompetitif. India dan Indonesia menjadi pasar potensial bagi Pocophone. Jika punya hardware dan software bagus, kami yakin performa kami jadi juara.”