Technologue.id, Jakarta – Transformasi digital masih terus terjadi di hampir semua perusahaan yang tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Ini dilakukan oleh perusahaan untuk mempercepat pekerjaan dan mengembangkan bisnis mereka. Data center konvensional masih menjadi pilihan bagi sejumlah perusahaan. Sebagian lagi sudah melakukan transformasi digital.

Infrastruktur IT dan biaya menjadi kendala yang dialami perusahaan di Indonesia dalam bertransformasi digital. Sejumlah penyedia layanan data center berlomba-lomba untuk menghadirkan layanan terbaik mereka guna membantu para perusahaan mewujudkan hal tersebut. Mulai dari biaya yang terjangkau dan infrastruktur IT yang tidak terlalu rumit. Penyedia layanan IT dan Data Center pun tumbuh subur di Indonesia, terutama didorong oleh dukungan dan regulasi dari pemerintah.

Baca juga: 

Inovasi Lenovo Ini Permudah Perusahaan Bangun Infrastruktur IT

Laporan terbaru IDC menyatakan bahwa 72% responden kini berencana ataupun sudah melakukan apa yang disebut intelligent digital transformation. Intelligent digital transformation sendiri berfokus pada kecerdasan, tidak lain untuk mendukung penerapan teknologi baru seperti machine learning, AI, Big Data, robotika, dan lain sebagainya. Menjawab hal ini, Lenovo menghadirkan solusi ThinkAgile terbaru dengan inovasi teknologi Software Defined Data Center (SDDC).

“Transformasi digital harus dilakukan segera mungkin oleh perusahaan. Hal ini perlu dilakukan mengingat model bisnis perusahaan juga sudah berubah di era digital saat ini. Tentunya ini memerlukan infrastruktur IT yang memadai yang memudahkan perusahaan untuk bertransformasi digital. Jika perusahaan tidak segera melakukan transformasi digital, maka mereka akan tertinggal dengan perusahaan lain yang sudah bertransformasi lebih dulu,” Rakha Siswara, Solution Architect Data Center Lenovo Group menjelaskan kepada Technologue.id di sela acara peluncuran portofolio ThinkAgile terbaru di bilangan Sudirman, Jakarta, Selasa (29/03/2018).

Baca juga: 

Lenovo Miix 360, Laptop Rasa Smartphone

Rakha menambahkan solusi ThinkAgile terbaru berteknologi SDDC ini sudah dirancang sedemikian rupa dalam pengkonfigurasiannya sehingga lebih mudah.

“Teknologi SDDC dalam portfolio ThinkAgile terbaru ini memungkinkan para pelanggan korporasi untuk upgrade komponen dengan biaya yang terjangkau. Lenovo juga bekerjasama dengan 4 raksasa teknologi seperti Nutanix, Microsoft, Redhat dan VMWare dalam portofolio ThinkAgile terbaru,” tambah Rakha.

Senada dengan Rakha, Daniel Yapi, Software Defined Next Gen IT Lenovo juga memberikan penjelasan.

“Semua perusahaan di semua sektor industri jika tidak memaksimalkan teknologi, maka bisnisnya tidak akan berjalan lancar. Untuk itu, kami memudahkan perusahaan untuk bertransformasi digital dengan biaya yang terjangkau. Harga dari portfolio ThinkAgile terbaru ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” tegas Daniel.

Baca juga: 

Laptop Lenovo ThinkPad X1 Carbon Ditarik dari Pasar, Kenapa?

Daniel juga menjelaskan kerjasama Lenovo dengan Nutanix, Microsoft, Redhat dan VMWare.

“Kerjasama dengan Microsoft sebenarnya sudah lama kami lakukan. Nutanix menggunakan Think Agile HX dan Think Agile SXN. Think Agile SXN sendiri sudah diluncurkan secara global, namun belum diluncurkan di Indonesia. Kami bekerjasama dengan Redhat untuk hybrid cloud,” tutup Daniel.