Technologue.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menuangkan komitmennya untuk menjawa warisan nilai dan tradisi Republik Indonesia. Menggandeng Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), kementerian yang dinakhodai Rudiantara itu menginisiasi Gerakan Dalang Go Digital.

Baca juga:

Kemkominfo Berikan Beasiswa Pelatihan Industri Digital, untuk 1.000 Orang!

Program ini diharapkan dapat menyebarluaskan konten wayang serta mewariskan pedalangan kepada dalang muda. Caranya, dengan mempermudah akses pembelajaran gaya pedalangan via internet, dari ketersediaan di kanal media sosial, YouTube, sampai live streaming pagelaran wayang.

“Banyak yang melakukan digitalisasi pertunjukan wayang, boneka wayang, naskah dan informasi lain yang berkaitan dengan wayang. Bahkan ada ‘live streaming’ pergelaran wayang yang bisa dinikmati penggemar dari mana saja dan kapan saja,” kata Kondang Sutrisno.

- Advertisement -

Baca juga:

Dukung Ekspansi, Jokowi dan Rudiantara Hadiri Launching Go-Jek di Hanoi

Menurutnya, anak-anak dan generasi muda perlu untuk menyerap nilai positif yang dikandung dalam budaya wayang, sehingga memiliki bekal untuk bersaing dengan bangsa lainnya. Ketua Umum PEPADI Pusat itu turut menegaskan bahwa Gerakan Dalang Go Digital bakal mampu membuat pelaku seni pedalangan mendunia.

“Wayang bisa dikenal meluas bahkan mendunia yang notabene meningkatkan pendapatan dalang, sinden, pengrawit, pengrajin wayang, pengrajin gapit, pengrajin gamelan, dan para pengusaha penyedia peralatan pergelaran wayang,” ungkapnya di Konferensi Pers tentang Gerakan Dalang Go Digital di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Selasa (18/09/2018).

Baca juga:

Pemerintah Kebut Regulasi IoT Rampung Secepatnya

Walau begitu, Kondang juga tak memungkiri kalau internet juga bagai pisau bermata dua bagi pedalang. Selain penjiplakan karya, seringnya penayangan pagelaran di YouTube juga membuat materi pedalang lebih mudah “bocor” ke penonton.