Technologue.id, Jakarta – Peringkat Advan merosot di kuartal kedua tahun ini, menurut laporan dari International Data Corporation (IDC). Brand lokal ini masih aman masuk posisi lima besar di market Indonesia, meski pangsa pasarnya menurun sebesar 3 persen, dari 9 persen menjadi 6 persen.

Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, berdalih penurunan market share ini disebabkan oleh penghitungan volumen perangkat tidak hanya berdasarkan lisensi resmi saja, namun juga termasuk perangkat ilegal.

“Kuartal kedua kemarin kita turun menjadi peringkat kelima. Turun karena dari (vendor) sebelah dihitung dari ponsel black market-nya juga. Kalau kita kan resmi semua,” tandas Tjandra, saat peluncuran Advan G3, di Jakarta, Jumat (21/09/2018).

Baca juga:

Advan G3 Usung Speaker Ganda Harman Kardon

- Advertisement -

Saat ini peredaran smartphone asal Tiongkok memang mendominasi pasar smartphone Tanah Air. Agar produknya diperhatikan konsumen, Tjandra mengaku perlu menerapkan strategi jitu.

“Supaya masyarakat aware, tentu butuh waktu. Empat tahun bermain di smartphone, itu karena kita memiliki konsistensi. Saingan kita global brand yang selalu mengeluarkan produk baru. Sebagai brand lokal, Advan juga tidak mau kalah,” ungkapnya.

Komitmen senantiasa konsisten di bisnis smartphone dibuktikan dengan rutin menelurkan produk tiap tahun, memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen, selalu berinovasi, membangun distribusi ke seluruh pelosok nusantara, dan konsisten berkomunikasi dengan kearifan lokal.

Baca juga:

Disalip Xiaomi, Oppo Sangkal Alami Penurunan Market Share

Bentuk konsistensi dalam merilis perangkat, tidak hanya dalam produk smartphone saja, melainkan juga tablet. Tjandra membocorkan, bahwa total ada 4 varian tablet yang meluncur tahun ini. Salah satunya, akan ada tablet berukuran 8.0 inci.

Masih setia menggarap pasar tablet, Advan melihat permintaan terhadap penggunaan tablet belum meredup. Derasnya serbuan smartphone belum bisa menenggelamkan pasar tablet.

Baca juga:

Review: Advan i6, Usung Layar FullView dan Proteksi Prima

“Pasar tablet masih ada tapi tidak sebesar smartphone. Posisi tablet masih dianggap komputer portable, jadi satu keluarga mungkin hanya punya satu. Padahal bisa buat kerja dan sebagainya, bukan cuma untuk hiburan anak. Kita optimis pasar tablet ada. Karena kecenderungan masih ada, kita akan masuk terus,” pungkas Tjandra.

Namun Ia tidak mau ngotot produksi tablet tanpa melihat tren pasar. Kalau tren terus meningkat, maka Advan bakal tambahkan volume-nya. Begitu juga sebaliknya. Bila permintaan tablet menurun, maka produksi perangkat akan dialihkan ke volume smartphone.