Technologue.id, Jakarta – Julukan “Steve Jobs dari Cina” yang disematkan pada Lei Jun bukan tanpa alasan. Founder sekaligus CEO Xiaomi itu dengan tangan dinginnya mampu menjadikan Xiaomi Inc. menjadi pemain besar di industri smartphone. Ia juga peraih titel mentereng macam satu pebisnis paling berpengaruh di Asia versi Fortune tahun 2013 dan Businessman of the Year versi Forbes setahun berselang.

Baca juga:

Penjualan Smartphone Samsung dan Oppo Turun, Xiaomi Bagaimana?

Kini, Jun seperti tinggal menikmati buah dari kerja kerasnya di Xiaomi. WSJ.com (23/06/2018) melaporkan kalau pria 48 tahun itu mengantongi bonus sebesar US$1,5 miliar (setara Rp21 triliunan) dalam bentuk saham. Bahkan setelah Xiaomi IPO, nominal itu bisa saja naik menjadi US$1,79 miliar (Rp25 triliunan).

Baca juga:

Xiaomi Launching Redmi 6 dan Redmi 6A, Apa Bedanya?

Nominal itu tercatat sebagai satu dari sedikit bonus yang pernah diterima eksekutif perusahaan dalam sejarah. Sebagai perbandingan, CEO Snap Inc., Evan Spiegel Februari lalu diberi bonus oleh perusahaannya sebesar US$638 juta (Rp9 triliun). Walaupun bonus itu merupakan bonus terbesar Snap Inc. sejak 2011, tetap saja jumlahnya tak sampai setengah dari yang diterima Lei Jun.

Baca juga:

Review Xiaomi Redmi S2: Layar Lebar, Desain Premium

Menariknya, bonus ini disebut tak terpengaruh dengan performa Jun di masa depan, termasuk performa Xiaomi di pasar bursa. Hal ini berbeda dengan apa yang mengikat Elon Musk, CEO Tesla, misalnya. Ia memang akan diganjar bonus dalam bentuk saham sebesar US$2,6 miliar (Rp36 triliun) 10 tahun lagi, tetapi hanya jika performa perusahaannya mencapai standar tertentu.