Technologue.id, Jakarta – Kabar kurang menyenangkan menimpa developer game Indonesia. Pasalnya, karya game lokal dari Toge Productions berjudul Coffee Talk, sempat ditahan oleh pihak bea cukai karena alasan pajak.

Melalui akun Twitter-nya, Kris Antoni Hadiputra Nurwono, CEO & Founder Toge Productions, mengungkapkan bahwa Ia mendapatkan kenang-kenangan berupa beberapa copy game fisik dari partner-nya di Jepang atas perilisan Coffee Talk. Karena itu merupakan pemberian, tentu saja barang ini tidak diberi harga alias gratis.

Baca Juga:
Monitor Bandara Dibajak Gamer PS4

Kemudian yang menjadi permasalahan adalah, barang dikirim ke Indonesia melalui beberapa proses di Dirjen Bea dan Cukai Indonesia sebelum sampai ke tangan Kris. Bukan langsung menerima paket, Ia justru mendapat dapat tagihan dari Bea Cukai yang tertulis harus menebus biaya lebih dari Rp 6 Juta.

Sontak Kris yang rencananya akan membagikan game tersebut kepada tim developer yang terlibat, keluarga, sampai rekan terdekat yang telah mendukungnya kemudian geger dengan tagihan yang diterimanya tersebut. Ia merasa dijerat di negara sendiri padahal game besutan mereka tidak akan diperjualbelikan.

Setelah postingan itu heboh di Twitter, pihak Bea Cukai pun merilis penjelasan rincian biaya yang dikenakan pajak. Berdasarkan penghitungan dari Bea Cukai, paket tersebut telah ternyata berisi 60 buah barang serta terdapat invoice dengan total 170.900 yen. Jadi petugas Bea Cukai telah menghitung pungutan negara berdasarkan nilai yang diberitahukan dalam invoice tersebut.

Di sisi lain, Kris sendiri mengaku tidak mengetahui bahwa paket barang yang ditujukan kepadanya itu terdapat invoice didalam paket tersebut mengingat ia juga belum menerima langsung barangnya.

Agar masalah ini tidak berlarut-larut, Kris pun membayar seluruh tagihan pajak bea cukai sesuai peraturan yang berlaku.

Terlepas dari isu ini, Toge Productions sendiri akan merilis Coffee Talk pada hari ini, Kamis, 30 Januari 2020. Yang menarik adalah game ini rilis di beberapa platform dan tersedia baik secara digital maupun fisik (blu-ray disc untuk PS 4/cartridge untuk Switch) serta melalui Steam untuk PC.