Technologue.id, Jakarta – Snapchat layak menyandang gelar salah satu media sosial ternahas. Inovasi platform berlogo hantu itu untuk menyediakan fitur Stories, yaitu status foto atau video yang akan otomatis hilang selama 24 jam, ditiru oleh medsos lain kawanan Facebook Inc.

Yang bikin miris, pengguna Stories di sana lebih sudah banyak daripada di Snapchat sendiri. Hal ini diketahui dari data yang diumbar oleh masing-masing perusahaan dan digrafiskan oleh Statista.

Baca juga:

Update Baru Instagram, Buat Banyak Stories Kini Jadi Lebih Mudah

- Advertisement -

Snapchat, yang di-launching tahun 2011, baru punya 191 juta pengguna aktif harian Stories. Jumlah itu sendiri tak terpaut jauh daripada tiga tahun lalu, yakni 110 jutaan.

Pertumbuhan pengguna Stories yang stagnan di Snapchat tidak berlaku untuk WhatsApp Status. Baru dihadirkan pada tahun 2017, setahun berselang daily active user (DAU) WhatsApp Stories telah menyentuh 450 juta. Hal ini kemungkinan besar banyak dipengaruhi oleh sudah banyaknya basis pengguna WhatsApp sendiri yang melebihi 1 miliar.

Baca juga:

Facebook Tiba-tiba Hapus Fitur “Stories” di Messenger, Ini Gantinya

Praktis, WhatsApp menjadi pengkloning Stories yang paling ramai digunakan saat ini. Di bawahnya, bertengger Instagram Stories (300 jutaan pengguna, terhitung November 2017) dan Facebook Stories (150 jutaan). Jika tak serius berbenah, bukan tidak mungkin Snapchat bakal dilewati oleh Facebook Stories, yang basis penggunanya di seluruh dunia mencapai 2 miliar orang.

Medsos Mana yang Pengguna Fitur Stories-nya Paling Banyak?
Konten Stories di medsos dengan pengguna harian terbanyak (source: Statista)

Baca juga:

Stories dari Snapchat Bisa Di-share ke Medsos Lainnya?

Sedikit berkaca ke belakang, Instagram Stories adalah rival pertama Snapchat yang hadir tahun 2016. Pada Februari 2017, Facebook Inc. menyediakan fitur serupa untuk WhatsApp Status, tepat sebulan sebelum Snapchat masuk ke pasar bursa. Sedangkan Facebook Stories dan Messenger Day (yang kemudian dihapus pada November 2017), di-launching Maret 2017 tepat saat Snapchat IPO, yang kemungkinan ditujukan untuk menghambat pertumbuhan Evan Spiegel cs.

Kalau Anda sendiri, lebih aktif mengunggah Stories di platform yang mana?