Misi Luar Angkasa, NASA Gelontorkan US$3 Juta untuk 4 Project

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – NASA mengumumkan empat project yang merupakan bagian dari program penemuan agen. Nilai keempat project itu senilai US$3 juta untuk mengembangkan misi luar angkasa.

Badan antariksa itu meminta para ilmuwan untuk meluncurkan misi yang relatif murah dan terjangkau buat diambil dan dikembangkan menjadi sebuah misi penuh.

Baca Juga:
Buktikan Bumi Datar, Mike Hughes Tewas di Roket Buatan Sendiri

“Meskipun mereka belum jadi misi resmi dan beberapa akhirnya mungkin tidak dipilih untuk bergerak maju, pilihan menarik fokus pada target dan ilmu pengetahuan tidak tercakup oleh misi aktif NASA atau seleksi terbaru,” tulis NASA di situs webnya seperti dilansir dari Engadget.

Misi potensial yang pertama disebut sebagai Investigasi Venus Atmosfer Dalam untuk gas Mulia, Kimia, dan Imaging Plus atau DAVINCI+. Itu akan menganalisis atmosfer Venus dan mencoba untuk menentukan apakah planet itu memiliki lautan di masa lalu.

Ini juga akan membantu para ilmuwan lebih memahami bagaimana atmosfer planet terbentuk. Misi lain yang berfokus pada Venus yang disebut VERITAS atau Emisivitas Venus, Ilmu Radio, InSAR, Topografi, dan Spektroskopi akan melakukan perjalanan ke planet ini untuk membuat peta permukaan tiga dimensi yang terperinci.

Selain itu juga melacak emisi inframerah sehingga NASA bisa mendapatkan ide yang lebih baik tentang geologi Venus. Selanjutnya, ada Io Volcano Observer atau IVO, yakni melakukan perjalanan ke Io, salah satu dari 79 bulan yang dikenal Jupiter, untuk melakukan beberapa flybys dekat dan mengumpulkan data pada letusan magma satelit.

Baca Juga:
Meroket Naik SpaceX, Miliarder Jepang Ini Cari Pacar Buat Nemenin

NASA mengatakan misi tersebut memiliki potensi untuk merevolusi pemahaman para ilmuwan tentang bagaimana tubuh berbatu dan terestrial terbentuk. Terakhir, ada proyek TRIDENT yakni akan pergi ke Triton, salah satu bulan Neptunus, untuk melakukan terbang tunggal. Dalam prosesnya, ia akan memetakan bulan dan berusaha mencari tahu apakah Triton memiliki lautan di bawah permukaan.

NASA mengatakan akan memberikan setiap studi US$3 juta untuk memoles proposal. Suatu saat di tahun depan, agensi akan mengambil dua studi untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu misi yang lebih baru untuk keluar dari Program Penemuan termasuk pendarat InSight, yang telah berusaha menggali melalui permukaan Mars.

Alumni Program Penemuan lainnya adalah Lunar Reconnaissance Orbiter, yang akhir tahun lalu menunjukkan lokasi kecelakaan pendarat Vikram India.

Latest News

Huawei Bakal Buat Mobil Listrik

Technologue.id, Jakarta - Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat kepada Huawei memberikan luka yang mendalam. Dan sekarang, Huawei perlahan-lahan mulai merambah industri lain.

Tak Tertarik ke Mars, Bill Gates Pilih Rawat Bumi

Technologue.id, Jakarta - Bill Gates mengaku tak tertarik mengeksplorasi luar angkasa layaknya Elon Musk. Hal ini ia sampaikan dalam sesi wawancara dengan...

Bersama Studio Anime Asal Jepang, Netflix Garap Serial Terminator

Technologue.id, Jakarta - Netflix dan studio anime asal Jepang, Production I.G akan menggarap serial animasi Terminator. Proyek ini akan diproduseri oleh Matt...

Paman Boboho Meninggal, Jagat Twitter Diselimuti Duka

Technologue.id, Jakarta - Aktor asal Tiongkok Ng Man-tat atau yang lebih dikenal Paman Boboho dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (27/2/2021) pukul 17:16 waktu...

Teknologi China Makin Maju, Mantan Bos Google Sebut AS Terancam

Technologue.id, Jakarta - Mantan CEO Google, Eric Schmidt mengungkapkan kekhawatirannya atas kemajuan teknologi China. Ia menyebut Amerika Serikat (AS) kini tengah terancam.

Related Stories