Technologue.id, Jakarta – Jeremy Munday, seorang profesor di bidang teknik listrik dan komputer di Universitas California, telah mengembangkan jenis pembangkit listrik baru bernama anti-solar panel.

Alat ini memiliki fungsi sama seperti panel surya, tapi bedanya, tanpa tenaga matahari. Ia bekerja dalam kondisi sebaliknya, yakni saat malam hari alias tanpa matahari.

Baca Juga:
Ilmuwan Australia Berhasil Tirukan Virus Corona

Melansir CNN (6/2/2020), alat ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan temperatur antara Bumi dengan ruang angkasa pada malam hari. Peneliti menemukan bahwa saat belahan Bumi berputar membelakangi matahari alias malam, permukaan Bumi menjadi dingin.

Panas yang sebelumnya ada di permukaan Bumi selama siang pun terangkat dan berpindah ke ruang angkasa. Nah, ilmuwan pun berpikir bagaimana cara ‘menangkap’ panas itu sebelum keluar meninggalkan Bumi.

Konsep ini disebut ilmuwan dengan istilah fotovoltaik alternatif yang menghasilkan ‘sel fotovoltaik malam hari’. Memang untuk besaran energinya belum se-signifikan panel surya biasa yang dipakai siang hari. Karena bagaimana pun cahaya matahari lebih panas berkali-kali lipat dibandingkan energi panas yang dilepaskan permukaan Bumi setelah matahari terbenam.

Menurut Munday, “Sel surya biasa menghasilkan daya dengan menyerap sinar matahari, yang menyebabkan tegangan muncul di seluruh perangkat dan agar arus mengalir. Dalam perangkat baru ini, cahaya malah dipancarkan dan arus dan tegangan menuju ke arah yang berlawanan, tetapi Anda masih menghasilkan daya. Anda harus menggunakan bahan yang berbeda, tetapi fisiknya sama.”

Baca Juga:
Eksperimen Lawan HIV, Ilmuwan China Malah Dibui

Karena itu, penemuan Munday masih harus bergantung pada bahan bakar fosil untuk memanaskan, tetapi akan dilakukan dengan cara yang lebih berkelanjutan di mana mereka dapat mengandalkan panas yang dihasilkan dari proses industri, daripada membiarkannya terbuang sia-sia. Ini dapat menghasilkan emisi karbon yang seimbang.

Dalam fase prototipe saat ini, kreasi Munday hanya dapat menghasilkan 50 watt listrik per meter persegi, yang merupakan 25% dari apa yang dihasilkan panel surya tradisional pada siang hari. Tapi tetap saja konsep energi terbarukan ini bisa memberikan pengaruh besar, apalagi buat masyarakat yang butuh listrik cadangan lebih di malam hari.