Technologue.id, Jakarta – Segala proses yang ada di sosial media menghasilkan data, setiap harinya data yang diproses terus bertambah. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, International Business Machines Corporation (IBM), terus melakukan inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga:
Menkominfo Bicara Kedaulatan Data Dihadapan Google

Untuk mengatasi perkembangan data ini, dibutuhkan inovasi dimana perusahaan mulai perlu memindahkan beban kerja kritisnya ke cloud untuk mengoptimalkan pekerjaan.

“IBM berkomitmen untuk memberikan arahan kepada klien kami untuk menjalankan AI diberbagai jenis Cloud dimanapun data tersebut ditempatka untuk bisa memudahkan klien mengadopsi AI dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia.

Menurut Tan, penting bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi yang tepat dan sesuai agar bisa mendukung pertumbuhan perusahaan. Karena itu, IBM baru-baru ini memperbaharui portofolio Cloud dan Watson yang dimilikinya. IBM Cloud saat ini telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan yang sangat ketat akan regulasi seperti perbankan dan pemerintahan.

Baca Juga:
DCI Bangun Hyperscale Data Center Lokal Terbesar

Industri dari perusahaan ini memiliki data yang sangat kritis dan melalui kemampuan IBM Cloud yang aman, open dan bisa digunakan secara enterprise memudahkan perusahaan untuk melakukan modernisasi dan membuat aplikasi bisnis baru dengan menggunakan Cloud tanpa harus mengganggu keamanan pada aplikasi lain yang telah ada.

Selain itu, untuk mendukung kebutuhan inovasi teknologi, IBM juga mengedepankan pendekatan Watson Anywhere pada AI dengan mengedepankan core tekonologi Watson termasuk Watson OpenScale, Watson Assistant dan Watson Discovery, serta platform data Analisa terintegrasi pertama di industri yaitu Cloud Pak for Data. Inovasi ini antara lain memudahkan Watson untuk bisa menyesuaikan bahasa sesuai lingkungannya.