Baca juga:
Bikin Perusahaan Gak Perlu Ribet, Easybiz 2.0 Solusinya
“Berkraf akan mengembangkan ekonomi kreatif dengan memperbanyak usaha kreatif. Kami bisa memfasilitasi para pelaku insustri kreatif yang ingin mendaftarkan merek usaha mereka secara gratis,” Bambang Priwanto, Kepala Sub Direktorat Standarisasi dan Sertifikasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui wawancara dengan Technologue.id saat acara peluncuran Easybiz 2.0 di Jakarta. Menjawab hal tersebut , lahirlah platform Easybiz 2.0 yang dapat memudahkan para UKM dan startup mendirikan sebuah badan usaha. “Para Startup dan UKM sebenarnya sudah memikirkan value usaha dengan berbadan hukum, Namun mereka terhalang beberapa hal seperti tempat, dana dan lainnya. Kami akan bekerjasama dengan co-working space yang memiliki ide bisnis untuk sharing mengenai kesulitan untuk mendirikan perusahaan terutama bagi startup,” papar Leo Faraytody, CEO Easybiz di tempat yang sama.Baca juga:
Indonesia Pasar Potensial untuk Industri Edutech
Leo menambahkan bahwa,”Presiden dan pemerintah DKI sudah mengeluarkan kebijakan untuk membantu startup. Virtual office merupakan solusi dari pemerintah untuk membantu para startup yang tidak memiliki kantor khususnya untuk mendirikan sebuah badan usaha”.Baca juga:
Hal senada juga diungkapkan oleh Ririn Wulandari selaku Koordinator Program OK OC di tempat yang sama. “Membuat sebuah perusahaan seperti CV atau PT memang tidaklah mudah. Namun, kehadiran easybiz sangat membantu para pengusaha seperti UKM dan startup dalam mendirikan perusahaan. Kami juga melakukan pelatihan dan merubah mindset orang untuk menjadi pengusaha agar dapat menciptakan peluang usaha baru.” ”Saat ini Easybiz telah membantu proses pendirian perusahaan oleh startup dan UKM dengan jumlah sekitar 500 startup dan UKM,” tutup Leo.