Technologue.id, Jakarta – Smartphone kondang Huawei terbaru, P20 Pro, menyapa pasar Indonesia dengan mengemas berbagai fitur kelas premium. Produk yang disebut-sebut sebagai ponsel terbaik Huawei saat ini itu dibanderol dengan harga Rp12 juta.

Lantas, apa saja kehebatan P20 Pro sehingga pantas diberi julukan sebagai pionir dalam fotografi smartphone tersebut? Technologue.id merangkum spesifikasi lengkap Huawei P20 Pro dan berkesempatan menjajalnya langsung saat debut resminya di Indonesia, Kamis (28/06/2018).

Nilai ‘Plus’:
Tri-camera yang keren
Kapasitas storage dan RAM yang besar
Design elegan
EMUI 8.1

Nilai ‘Minus’:
Minus 3.5mm headphone jack
Tidak mengadopsi wireless charging

Fitur Unggulan:
Tri-camera (40MP + 20MP + 8MP)
Kamera selfie 24MP
Layar 6.1-inch OLED FHD+
Chipset Kirin 970
RAM 6GB RAM dan memori internal 128GB

- Advertisement -

Baca juga:

Bocor, Ini Harga Resmi Huawei P20 Pro di Indonesia

Desain
Handset ini menggunakan kombinasi panel kaca dan aluminium di kedua bagian, baik depan maupun belakang. Desain Huawei P20 Pro tidak terlalu berbeda dengan produk premium dari produsen lain akhir-akhir ini. Ada cut-out kecil – dijuluki ‘notch’ – di bagian atas layar 6.1 inchi near-edge-to-edge yang digunakan untuk menampung komponen vital, termasuk kamera depan 24MP dan “poni” di panel layar tepi atas. P20 Pro mengusung layar 6,1 inci resolusi 1080 x 2244 piksel dengan aspek rasio 18,7:9. Smartphone ini memiliki kerapatan layar 408 piksel per inci dengan screen-to-body ratio mencapai 81,9 persen.

Huawei menempatkan tombol Home fisik di bagian dagu di sisi depan di bawah layar. Inilah yang membedakan P20 Pro dari Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus yang menerapkan konsep layar penuh. Tombol Home juga berfungsi ganda sebagai pembaca sidik jari jika fitur pengenalan wajah (Face Unlock) tidak diaktifkan – meski Anda memiliki opsi untuk menggunakan keduanya secara bersamaan. Huawei mengklaim teknologi pengenalan wajah P20 Pro dua kali lebih cepat dari iPhone X.

Membalik badan Huawei P20 Pro, Anda akan disambut oleh kamera tri-Leica-nya dan lampu kilat LED. Shooter kamera itu sendiri dipasang secara vertikal di sisi kanan atas unit, bukan secara horizontal seperti yang ditemukan pada Huawei P10. Hal ini untuk meningkatkan depth-sensing.

Ada satu set speaker stereo di bagian bawah Huawei P20 Pro, terletak di kedua sisi slot USB-C. Kualitas speaker terdengar bagus, memberikan audio yang jernih meski disetel dalam volume yang paling keras. Terlihat hilang adalah port headphone 3,5 mm.

Selain itu, Anda akan menemukan tombol volume dan tombol Power di sebelah kanan frame ponsel, keduanya terbuat dari material plastik.

Baca juga:

Huawei Siapkan Chipset Flagship, Kirin 1020?

Kamera

Senjata andalan smartphone ini terletak pada sektor kamera. Mengadopsi lensa Leica, Huawei P20 Pro dibekali empat kamera lewat konfigurasi tiga kamera belakang, yakni 40MP (RGB) bukaan f/1.8 OIS untuk ketajaman gambar dan kurasi warna, 20MP (monokrom) bukaan f/1.6 untuk hasil lebih detail, dan 8MP (telefoto) bukaan f/2.4 digunakan untuk zoom, serta satu kamera depan yaitu 24MP bukaan f/2.0. Berikut salah satu hasil foto menggunakan kamera belakang Huawei P20 Pro:

Departemen kamera juga dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS) dan Artificial Intelligence Stabilization (AIS). Fitur AIS berfungsi untuk membuat smartphone lebih stabil pada pemotretan malam hari. Bahkan tanpa menggunakan tripod sekalipun.

Untuk merekam video, ponsel ini juga mendukung stabilisasi six-axis dan slow-motion, dari 120fps hingga 960fps. Alhasil, video akan lebih jernih, detail, dan super lambat.

Khusus kamera depan, Huawei membenamkan teknologi modeling wajah 3D yang ditenagai teknologi AI, sehingga bisa mengikuti kontur wajah dan melakukan penyesuaian agar hasil foto selfie tampil natural dan mantap.

Baca juga:

Penjualan Smartphone Samsung dan Oppo Turun, Xiaomi Bagaimana?

Performa
Pada komponen dapur pacu, Huawei P20 Pro mengandalkan chipset Hisilicon Kirin 970 octa-core dengan GPU Mali-G72 MP12. Kombinasi tersebut dipadukan dengan RAM 6GB dan ROM 128GB. Apabila storage internal dirasa kurang lapang, slot microSD bisa dimanfaatkan hingga 256GB.

Untuk antarmuka, EMUI 8.1 sudah dikustomisasi sepenuhnya dengan dukungan AI, termasuk membawa fitur Huawei Share 2.0 supaya pengguna dapat dengan mudah berbagi file dengan pengguna Huawei lain, juga berbagi dengan perangkat PC dan Mac. Ia juga punya fitur proyeksi yang mudah, sehingga Anda dapat menghubungkan smartphone secara nirkabel ke layar yang lebih besar. Tinggal plug and play kabel type-C ke HDMI. Smartphone ini akan bertindak sebagai touchpad, sementara layarnya pindah ke layar yang lebih besar.

Fitur lainnya
Perangkat ini dibekali sertifikat IP67 untuk perlindungan dari air dan debu. Berjalan di OS EMUI 8.1 berbasis Android Oreo 8.0, penerus Huawei P10 ini ditopang baterai 4.000mAh yang mendukung fitur pengisian cepat 58 persen dalam 30 menit.