Technologue.id, Jakarta – Sub brand dari Xiaomi, Black Shark, akan segera mencapai target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh Republik Indonesia. Brand ponsel yang fokus di gaming ini akan mematuhi dan berkomitmen untuk menjalani peraturan persyaratan konten lokal.

Didirikan pada tahun 2017, Black Shark fokus untuk menciptakan mobile game console yang revolusioner serta memberdayakan komunitas gaming global. Saat masuk pertama kali ke pasar tanah air, Black Shark akan memboyong smartphone generasi keduanya.

Baca Juga:
MediaTek Helio P65 Geber Kekuatan Gaming dan Kamera

‚ÄúSejak awal, Indonesia telah menjadi pasar utama bagi Black Shark. Inilah sebabnya kami memilih untuk mendirikan pabrik khusus di sini. Kami ingin meyakinkan penggemar kami di Indonesia bahwa perusahaan akan memenuhi persyaratan TKDN, dan oleh karenanya Black Shark akan mematuhi undang-undang. Kami merasa yakin bahwa Black Shark akan terus membangun komunitas yang kuat di Indonesia dan memastikan untuk memberikan pengalaman bermain game terbaik bagi para gamer, suatu keterlibatan yang kami akan segera tunjukkan dengan peluncuran produk baru di negara ini,” ujar David Li, Global VP Manager di Black Shark.

Black Shark 2 sendiri diluncurkan pada bulan Maret 2019. Smartphone gaming ini dilengkapi Qualcomm Snapdragon 855 terbaru dan sentuhan multilayer liquid cooling pertama dan satu-satunya di dunia.

Baca Juga:
Xiaomi Black Shark 2 Resmi Diperkenalkan, Bagaimana Spesifikasinya?

Smartphone ini diklaim gahar lantaran menggabungkan kinerja game dan inovasi yang tidak tertandingi, seperti sentuhan layar latensi terendah di dunia, DSP pertama yang digunakan pada smartphone, dan mode Shark Space yang membersihkan semua memori di latar belakang untuk efisiensi yang tinggi, sehingga perangkat ini mencapai gaming experience yang paling maksimal.

Kinerja, Kontrol, Visi, Pendengaran, dan Getaran Gaming adalah lima aspek utama yang menjadikan Black Shark 2 perangkat gaming mobile terbaik.