Technologue.id, Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin luas pemanfaatannya. Salah satunya adalah Tokopedia yang mengaku banyak memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman konsumen.

Dalam penjelasan Herman Widjaja selaku SVP of Engineering Tokopedia, AI digunakan Tokopedia untuk mempermudah mereka dalam memenuhi permintaan pelanggan, misalnya di bidang customer care hingga routing.

“Banyak orang salah kaprah mengenai AI. Bagi semua orang, AI bisa menjawab segala hal, seperti menjawab kebutuhan dari market, menjawab kebutuhan dari seller, dan sebagainya. Ingat, AI is a technology, and technology cannot solve problems. Teknologi adalah tool untuk kita menyelesaikan masalah,” ungkap Herman, saat media roundtable, di kantor pusat Tokopedia, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga:
Upaya Tokopedia Jamin Keamanan Data Pelanggan

Menurutnya, saat ini Tokopedia mengalami transformasi dari perusahaan yang melakukan pendekatan mobile-first menjadi pendekatan berbasis kecerdasan buatan. Hal ini sesuai dengan fokus mereka terhadap konsumen.

“Kami transforming ourselves dari mobile-first company menjadi AI-first company. Kita masuk ke mobile first company sejak 7 tahun lalu saat banyak orang belum tahu tentang Android dan iOS. Trennya bagaimana kami bisa pindah ke AI-first company. Artinya, bagaimana kita bisa adopsi teknologi kompleks itu untuk menyelesaikan masalah nyata konsumen,” jelas pria yang telah bergabung selama 1,5 tahun di Tokopedia tersebut.

Salah satu pemanfaatan AI untuk merchant, kata Herman, adalah untuk memprediksi permintaan pesanan. Tokopedia bisa menginformasikan kepada pihak seller kapan permintaan pesanan bakal meningkat atau jumlah dan jenis produk yang diminta konsumen, karena berdasarkan pattern yang diolah oleh AI.

“Tidak mungkin dengan memakai traditional technology kita bisa melakukan itu ke 250 juta produk yang kita punya dan merchant yang kita punya,” tuturnya.

Baca Juga:
Tokopedia Terjun ke Bisnis Umrah

Herman Widjaja, SVP of Engineering Tokopedia (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Selain itu, Tokopedia pun membangun teknologi prediksi permintaan menggunakan kecerdasan buatan. Teknologi ini akan digunakan untuk membangun sistem logistik yang bisa mendukung pengiriman satu hari secara merata di seluruh Indonesia.

Dengan smart logistic, perusahaan e-commerce lokal ini memberikan kesempatan kepada pelanggan di seluruh daerah untuk mengakses produk di manapun sekaligus menerima produk yang dibelinya pada hari yang sama.

Bersamaan dengan penggunaan AI, Tokopedia juga telah membangun pusat penelitian kecerdasan buatan Tokopedia-UI Artificial Intelligence Center of Excellence (Pusat Unggulan Kecerdasan Buatan) di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tokopedia ini merupakan langkah penting untuk melahirkan para ahli kecerdasan buatan di Indonesia, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan startup dan industri baik dalam maupun luar negeri