Technologue.id, Jakarta – Polisi meringkus oknum sopir taksi online Grab yang diduga hendak menculik seorang penumpang perempuan berinisial T (25).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, mengkonfirmasi penangkapan ini. Meski demikian, dia tak merinci lebih jauh soal kronologis dan waktu penangkapan. Dia mengaku demi kepentingan penyidikan belum bisa membeberkannya. Pasalnya hingga kini pelaku masih diperiksa intensif serta pihaknya pun masih melakukan pengembangan kasus.

“Benar sudah kami tangkap. (Masih) Dalam pengembangan,” kata Suyudi.

Baca Juga:
Kisah Korban Taksi Online Nyaris Dibawa Kabur Oknum Driver

Sementara itu, pihak Grab Indonesia tidak mau berkomentar banyak mengenai proses penangkapan oknum driver tersebut. Mereka beralasan, masih menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

“Saat ini, investigasi oleh kepolisian masih berlangsung. Kami juga bekerja sama dan mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum yang dijalankan pihak kepolisian,” tutur Tirza Reinata Munusamy, Deputy Director of Public Affairs, Grab Indonesia, saat dihubungi Technologue.id, Selasa (11/2/2020).

Perusahaan ride hailing itu pun telah memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang, termasuk membantu pelaporan ke pihak yang berwajib.

“Selain itu, sejak pelaporan, kami telah mengambil tindakan tegas terkait insiden ini menonaktifkan mitra pengemudi yang bersangkutan sambil melakukan investigasi lebih lanjut,” pungkas Tirza.

Baca Juga:
Tanggapan Grab soal Kasus Percobaan Penculikan oleh Oknum Driver

Sebelumnya, kasus dugaan penculikan yang di alami oleh seorang perempuan berinisial T masih menjadi buah bibir di sosial media. T mengaku menjadi korban penculikan karena diajak berputar-putar oleh pengemudi Grab Car. Ia lantas memencet tombol darurat hingga berhasil melarikan diri.

Awalnya, korban memesan taksi online pada Kamis (6/2) lalu. Dia meminta dijemput dari kosan di Palmerah, Jakarta Barat dengan tujuan pengantaran ke Dharmawangsa, Jaksel, lalu ke Ice BSD.

Singkat cerita, T tidak diantar ke tempat tujuannya, mobil yang ditumpanginya malah pergi menjauh ke titik pengantaran. Tingkah aneh sopir taksi online itu dicurigai oleh korban hingga korban memutuskan memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center.

Sopir taksi online yang panik itu akhirnya menurunkan korban di jalan tol. Pengemudi dalam cerita itu berinisial MIS dengan nopol mobil B-2601-BKV menurunkan T dipinggir jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polres Jakarta Barat menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan penyelidikan.