Presiden AS Putuskan Blokir WeChat

Technologue.id, Jakarta – Ancaman pemblokiran terhadap aplikasi populer asal China oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bukan hanya mendera TikTok saja. Kali ini meluas hingga ke aplikasi messaging WeChat. Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang akan memblokir WeChat di negara itu jika perusahaan induknya di China tidak menjualnya dalam waktu 45 hari.

Pemerintahan Trump minggu ini menuduh aplikasi China tidak bisa dipercaya untuk terus beroperasi di jaringan digital AS, dengan menyebut WeChat dari Tencent sebagai ancaman keamanan nasional signifikan.

Baca Juga:
Akuisisi TikTok Belum Deal, Trump Beri Waktu 45 Hari

Perintah eksekutif Trump menuduh bahwa WeChat secara otomatis menyimpan informasi dari penggunanya seperti data lokasi, yang akan mengizinkan Partai Komunis China mengakses informasi pribadi warga Amerika.

Ini berisiko memberi peluang pemerintah China melacak lokasi karyawan dan kontraktor Federal, membuat berkas informasi pribadi untuk pemerasan, dan melakukan spionase perusahaan, bunyi perintah eksekutif.

Tencent mengatakan pihaknya sedang meninjau perintah eksekutif untuk mendapatkan penilaian penuh, kata juru bicara perusahaan.

Saham di Tencent anjlok sebanyak 10% di Hong Kong setelah pengumuman perintah eksekutif.

Baca Juga:
Siap-siap, Pengguna TikTok Bakal Kena Pajak

Larangan transaksi AS dengan Tencent, salah satu perusahaan internet terbesar di dunia, menandakan semakin terpecahnya internet global dan memutus hubungan lama antara industri teknologi di Amerika Serikat dan China.

Larangan WeChat akan menjadi pukulan bagi diaspora Cina, mahasiswa, dan pihak lainnya di Amerika Serikat yang mengandalkan WeChat untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan mitra bisnis di China.

WeChat, disebut Weixin di Cina, merupakan layanan perpesanan seperti WhatsApp, LINE, Kakao Talk, dan beberapa aplikasi lain sekaligus. Bagi banyak orang China, WeChat adalah aplikasi yang sangat diperlukan untuk tetap berhubungan di seluruh dunia.

WeChat memiliki lebih banyak fungsi di China daripada di Amerika Serikat. Saat berada di Amerika, Anda dapat memanggil taksi, memainkan game mini, memposting ke Story Anda dan mengirim uang.

Sebagai perbandingan di China, di mana toko secara teratur menerima WeChat Pay sebagai bentuk pembayaran dan kode QR ada di seluruh kota. Di dalam WeChat, Anda dapat membayar tagihan, memeriksa menu restoran, menemukan tempat nongkrong lokal, membuat janji dengan dokter, menghubungi kontak bisnis baru, mengajukan laporan polisi, membaca berita, dan mengakses layanan bank.

Recent Articles

Samsung Sebut Ponsel Berbahan Plastik Punya Sejumlah Keunggulan

Technologue.id, Jakarta - Ponsel dengan cover belakang berbahan kaca memang mempunyai daya tarik tersendiri. Tampilan ponsel menjadi lebih menawan sehingga menempatkannya pada...

Google Hadirkan Warna Baru untuk Pixel 5

Technologue.id, Jakarta - Google Pixel 5 dipastikan meluncur dalam waktu dekat, tepatnya pada 30 September 2020. Seiring waktu peluncurannya yang semakin dekat,...

Google Maps Kini Bisa Pantau Daerah Sebaran Covid-19

Technologue.id, Jakarta - Fitur terbaru resmi digulirkan oleh peta digital Google Maps. Memungkinkan pengguna mengetahui sebaran Covid-19 mulai dari kota hingga sebuah...

Sebelum Dijiplak Vivo, Lagu “Dream Girl” Lebih Dulu Digunakan Apple

Technologue.id, Jakarta - Lagu "Dream Girl" besutan Anna of The North saat ini tengah ramai diperbincangkan. Lagu ini viral lantaran sang pencipta...

Free Fire Gandeng DJ KSHMR untuk Bikin Proyek Baru

Technologue.id, Jakarta - Free Fire luncurkan update BOOYAH Day, tapi bukan cuma itu berita baru dari game battle royale populer ini. Free...

Related Stories