Technologue.id, Jakarta – Telkom Indonesia mengorbitkan satelit kelas dunia. Satelit Merah Putih telah resmi diluncurkan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akses internet seluruh Indonesia.

Peluncuran Satelit Merah Putih merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab Telkom Indonesia dalam memenuhi permintaan akan kebutuhan transponder satelit domestik yang cukup besar, khususnya bagi wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Menurut keterangan dari perusahaan, coverage satelit ini  sanggup memenuhi 77 persen kebutuhan transponder nasional.

Baca juga:

Lenovo Jadi yang Pertama Hadirkan Smartphone 5G?

Peran Satelit Merah Putih sangat penting, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.508 pulau serta dataran yang sulit dijangkau untuk jaringan internet. Satelit menjadi jawaban tepat untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Pembuatan Satelit Merah Putih dilakukan atas kerjasama Telkom Indonesia dengan perusahaan pembuat satelit Space System Loral (SSL) yang membutuhkan waktu selama 28 bulan dalam pembuatannya. Proses pengerjaan satelit ini ternyata berhasil rampung 2 bulan lebih cepat dari yang ditentukan.

Baca juga:

Telkomsel Gratiskan Biaya Telepon untuk Korban Gempa Lombok

SpaceX dipercaya oleh Telkom Indonesia untuk melakukan misi peluncuran Satelit Merah Putih. Sebab, perusahaan jasa peluncuran ini memiliki persentase keberhasilan peluncuran yang cukup tinggi, yaitu 98 persen dari kontrak peluncuran sebanyak 100 misi.

Dibanding satelit lain, keunggulan Satelit Merah Putih memiliki kapasitas lebih besar dengan 60 transponder dan didukung teknologi Dual-Beam, sehingga dapat menjangkau kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Baca juga:

Xiaomi Rilis Feature Phone Rp400 Ribuan, Bisa Apa?

Satelit Merah Putih tidak sepenuhnya buatan pihak asing. Yang patut dibanggakan, proses pembuatan satelit ini juga diikuti oleh beberapa karyawan TelkomGroup. Hal ini agar terjadi transfer pengetahuan dan teknologi antara SSL dan TelkomGroup, sehingga di masa mendatang Indonesia mampu memproduksi satelit secara mandiri.